PANAS esktrem yang melanda sebagaian besar wilayah Indonesia tengah menjadi sorotan masyarakat. Saking panasnya, bahkan kipas angin pun dinilai tak cukup bermanfaat untuk mendinginkan tubuh.
Akibatnya banyak masyarakat yang beralih menggunakan air conditioner (AC) dan membuatnya terus menyala agar suasana menjadi lebih sejuk.
Namun benarkah terlalu sering terpapar kipas angin maupun AC dapat memicu paru-paru basah?
Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan menjelaskan kemungkinan yang dimaksud oleh masyarakat tentang paru-paru basah adalah tuberkulosis.
“Untuk Anda yang berlindung di AC atau kipas angin, mungkin penyakitnya bukan tuberkulosis, tapi kalau Anda punya kecenderungan alergi atau udara dingin, itu bisa menimbulkan batuk-batuk,” kata dr Erlina Burhan, dikutip dalam akun X miliknya @erlinaburhan, Kamis (19/10/2023).
Menghirup udara kering secara terus menerus, kemungkinan dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Tentu hal ini harus diwaspadai terutama pada penderita asma jika terpapar udara AC terlalu sering, dapat memicu terjadinya serangan dan batuk-batuk.
Selain itu, berada di AC secara terus menerus juga dapat membuat mudah lelah, sakit kepala, nyeri leher, kulit kering, sesak napas akibat lendir iritasi membran yang terus diproduksi.
“Sistem imun menjadi turun karena kurang sirkulasi udara segar dalam ruangan, dan tidak tahan udara panas karena keseringan pakai AC,” ucap dr Erlina.
Dokter Erlina mengatakan ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan AC, untuk membuat tubuh tetap sejuk.
Salah satunya dengan memilih pakaian yang ringan, jangan banyak beraktivitas di luar ruangan, banyak konsumsi air putih, buka jendela saat udara masih dingin, serta mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan panas.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.