PENYANYI solo Rayen Pono tengah berjuang menangani gangguan pita suara yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, mantan personel Pasto itu juga sudah melakukan konsultasi ke dokter hingga mengonsumsi obat sebagai penanganannya.
Kepada awak media, Rayen menyebut kalau gangguan pita suara yang dialaminya dipicu karena asam lambung.
"Selain asam lambungnya memicu tapi itu bukan yang utama, persyarafan sebenarnya," kata Rayen Pono saat ditemui di Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Rayen sendiri belum mengetahui pasti terkait faktor persyarafan yang bisa mengganggu pita suaranya. Tim dokter yang menanganinya juga masih melakukan observasi medis.
"Nah kalau persyarafan ini kan anomali ya, kita nggak ngerti ya kenapa tiba-tiba bisa ada faktor itu ya, dia nggak jalan, atau gimana, nggak ngerti juga. Jadi dokter masih observasi lah," katanya.

Adapun keluhan Rayen Pono selama menderita gangguan pita suara diantaranya sulit bernyanyi dengan nada tinggi. Tak hanya itu, suara Rayen bahkan sering hilang setiap bangun pagi.
"Range nada tinggi tuh suka serak. Terus kalau pagi tuh suka nggak ada suara, itu karena ada asam lambungnya mungkin ya, karena support pita suara ini nggak maksimal jadi aku merasa ada perbedaan kualitas vokal antara beberapa tahun lalu sama sekarang gitu. Jadi sekarang lagi mau dibenerinlah, mudah-mudahan bisa seperti semula," tutur Rayen Pono.
Selain tindakan medis, Rayen juga memilih pengobatan alternatif dengan mengonsumsi kencur secara rutin. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa mengembalikan kualitas vokalnya lagi.
"Aku hampir seminggu empat kali ya makan kencur. Makan kencur yang tadinya nggak enak sekarang udah biasa gitu. Kencur terus menghindari pedes dan panas dalam waktu bersamaan. Terus sama yang paling penting juga buat aku makan malam. Setelah makan malam, tiga jam dulu baru tidur," katanya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.