USIA biologis tubuh seseorang ternyata tidak selalu berpatokan dengan usia lahirnya. Usia biologis tubuh memiliki usianya sendiri yang dilihat berdasarkan kesehatan jaringan atau sel-sel dalam tubuh.
Menurut laman verywell health, Kamis (12/10/2023), usia biologis kemungkinan akan lebih rendah dari usia kronologis. Tetapi jika Anda tidak memiliki aktivitas banyak bergerak, sakit kronis, atau dalam kondisi fisik yang buruk, usia biologis Anda mungkin akan lebih tinggi.
Apa bedanya usia kronologis dan usia biologis?
Pada usia kronologis seseorang tidak dapat diubah, dan sebagian besar cara Anda menua dipengaruhi oleh genetika dan di luar kendali seseorang. Tetapi penelitian menunjukkan penuaan dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti diet, latihan, stres, merokok, kebiasaan tidur, lingkungan fisik (tempat tinggal, bekerja, dll.)

Sedangkan pada usia biologis biasanya dipengaruhi oleh DNA dan Telomes (bagian dari kromosom). Tidak seperti usia kronologis, usia biologis seseorang dapat diubah. Hal-hal seperti diet, olahraga, tingkat stres, kualitas tidur, dan merokok dapat memengaruhi usia biologis dan mengubah kebiasaan dapat membuat perbedaan besar.
Tidak ada cara untuk menghitung usia biologis seseorang kecuali dengan bantuan medis dan penyedia layanan kesehatan untuk menentukannya secara akurat. Beberapa situs web mungkin mengklaim bahwa mereka memiliki kalkulator usia biologis, dan bisa memperhitungkan beberapa faktor yang mempengaruhi usia biologis.
Namun, tanpa akses terhadap tes, hasil tersebut tidak valid secara ilmiah. Singkatnya, usia kronologis adalah ukuran dari berapa lama Anda telah hidup, dan usia biologis adalah prediksi berapa lama Anda sehat dan seberapa besar kemungkinan Anda menjadi sakit kronis. Karena usia biologis tidak dapat ditentukan sendiri kecuali dengan bantuan medis.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.