Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Minta Masyarakat Tidak Mendiagnosis Dirinya Sendiri Bermodal Baca Google

Chindy Aprilia , Jurnalis-Senin, 11 September 2023 |14:49 WIB
    Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Minta Masyarakat Tidak Mendiagnosis Dirinya Sendiri Bermodal Baca Google
Membaca google. (Foto: Freepik)
A
A
A

DEPRESI merupakan suatu masalah yang sering kali terjadi di masyarakat. Menurut WHO pada tahun 2019, sekitar 800 ribu orang di dunia meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri. Di Indonesia, terdapat 3.7 dari 100 ribu populasi yang ada menunjukkan perilaku bunuh diri (ide bunuh diri, rencana bunuh diri, dan tindakan bunuh diri).

Banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang memilih untuk mengakhiri hidupnya secara tragis dengan bunuh diri, salah satunya adalah perasaan sedih, murung, dan iritabilitas. Bahkan, menurut Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Ida Aju Kusuma Wardani, Sp.KJ (K), MARS, depresi bisa ditimbulkan juga akibat kesehatan mental yang terganggu.

 jika depresi sebaiknya ke dokter jiwa atau psikolog

“Jadi ujung-ujungnya yang sering muncul cemas atau depresi itu adalah sulit tidur. Nah sulit tidur dengan cemas, atau berdebar-debar, keringat dingin di malam hari. Nah itu perlu dikoreksi, berarti ada yang tidak beres dengan saya, di mana psikis saya sudah mempengaruhi mental saya,” kata dr Ida.

Menurutnya, jika psikis dan mental sudah saling terpengaruhi, maka lebih baik untuk tidak membaca google. Kenapa? Karena jika seseorang sudah mengalami gejala tersebut, maka dirinya akan membuat spekulasi diagnosa sendiri, padahal sebetulnya apa yang ia diagnosa bermodalkan baca Google belum tentu benar yang terjadi.

 BACA JUGA:

Akibatnya apabila seseorang mendiagnosa sendiri itu akan berpengaruh terhadap kondisi dirinya ke depan, yang seharusnya tidak dilakukan justru karena membaca dan mendiagnosa informasi yang salah akan memperburuk keadaannya.

“Jadi sebaiknya apabila tidak bisa memilah, saya tidak menyarankan untuk membaca google. Membaca boleh, tapi tidak boleh menjalankannya. Tetap harus tanya ke psikiater atau ke siapapun yang mengempuni ilmu tersebut. Karena kadang-kadang mereka itu kurang betul juga untuk mengeksplore tentang penyakitnya, jadi mendiagnosa diri sendiri yang terlalu negatif padahal sebetulnya itu tidak benar,” ucap dr Ida.

Untuk itu, pentingnya tetap berkonsultasi ke tenaga kesehatan sangat disarankan. Karena selain agar terhindar dari diagnosa atau informasi yang salah, dengan datang dan berkonsultasi langsung ke tenaga ahli akan meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi lebih cepat kepada penderita, karena mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement