MAGELANG di Jawa Tengah memiliki banyak spot wisata beragam dan terbilang lengkap. Sebut saja dari wisata alam, kuliner, wisata budaya, bahkan wisata interaksi unik.
Wisata interaksi memungkinkan para wisatawan mendapatkan pengalaman wisata yang makin berkesan berkat interaksi dengan penduduk lokalnya yang ramah dan sadar wisata.
Nah, berikut 5 rekomendasi wisata interaksi di Magelang yang bisa jadi referensi Anda sebagaimana dikutip dari laman Wonderful Indonesia;
1. Wisata keliling desa naik dokar
Ingin menikmati sensasi jalan-jalan keliling desa wisata dalam ritme alon-alon (perlahan) tanpa tergesa? Cobain yuk, wisata naik dokar di Desa Wisata Sawitan.
Rute dan tujuan perjalanan bisa Anda tentukan sendiri sesuai kebutuhan. Mau keliling desa boleh, jalan-jalan melewati Candi Mendut, Pawon, atau Borobudur juga bisa.
(Foto: Wonderful Indonesia)
2. Rafting menyusuri Sungai Elo
Tertarik menikmati interaksi yang digabungkan dengan aktivitas seru? Yuk, kita coba arung Jeram. Salah satunya, di Sungai Elo yang melintasi Desa Wisata Rambeanak, Kecamatan Borobudur.
Dengan biaya Rp650.000 per perahu berisi 4 orang, Anda dapat menikmati rafting bersama aliran Sungai Elo selama 1,5 hingga 2 jam, diseling istirahat menikmati kuliner setempat dan air kelapa segar.
3. Wisata budaya Kampung Dolanan Nusantara Borobudur
Kampung Dolanan Nusantara Borobudur, di Desa Wisata Bumiharjo, Magelang telah ada berjalan selama 10 tahun.
Kampung Dolanan mengemas wahana lengkap permainan tradisional anak-anak nusantara sekaligus kegiatan kerajinan dan seni budaya.
(Foto: Wonderful Indonesia)
Lokasi Kampung Dolanan terbuka bagi siapa saja. Pendopo yang nyaman dan halaman luas dengan pepohonan rindang terlihat selalu siap menyambut pengunjung yang datang.
Selain dilengkapi koleksi dolanan (permainan) anak yang dapat dibawa pulang, Kampung Dolanan juga memiliki seribu unit angklung untuk pengalaman konser bersama yang melibatkan audiens.
Untuk aktivitas terencana dan rombongan berjumlah banyak, sebaiknya lakukan reservasi terlebih dahulu ya, melalui akun Instagram @kampungdolananborobudur.
4. Keliling desa naik mobil VW
Masih tentang keliling desa, di Desa Wisata Wringinputih pengunjung juga bisa request rute jalan-jalan naik VW terbuka, salah satunya melalui operator di restoran Kampoeng Semar Borobudur.
Paket wisata naik mobil VW ini akan melewati jalanan pedesaan, persawahan, lalu kalian bisa memilih tujuan lain misalnya main jemparingan (panahan tradisional), atau mampir ke pengrajin setempat.
(Foto: Wonderful Indonesia)
5. Wisata ramah lingkungan bareng pegiat kreasi bostik
Pengalaman wisata interaksi yang unik sekaligus bermanfaat bagi bumi, juga ditawarkan oleh Pak Hadi Prayitno, pegiat lingkungan hidup yang mengelola kreasi Bostik (botol sampah plastik) di Desa Wisata Tegalarum, Magelang.
Bersama warga sekitar, Pak Hadi adalah 'pejuang di balik layar' yang turut mendukung pengelolaan sampah Candi Borobudur, sekaligus menyediakan wahana wisata edukasi wisata berbasis lingkungan.
Memasuki halaman dan rumahnya, Anda seolah berada dalam semacam galeri seni kriya botol plastik bekas warna-warni.
Ia menyulap teras rumah dan halamannya menjadi cantik, dengan aneka dekorasi dan instalasi yang bila dilihat sekilas, tidak tampak sebagai kreasi olahan sampah saking indahnya.
(Foto: Wonderful Indonesia)
Pria yang hasil karyanya dipamerkan dalam perhelatan G20 maupun peringatan Waisak 2023 ini juga menampung botol plastik dari pemulung.
Di rumah yang merangkap galeri dan workshop-nya ini, Pak Hadi menerima pelatihan, wisata edukasi, maupun kunjungan belanja dari wisatawan.
(Rizka Diputra)