Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anjing Rabies Mati Usai Gigit Manusia, Cek Faktanya!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2023 |12:18 WIB
Anjing Rabies Mati Usai Gigit Manusia, Cek Faktanya!
Bahaya anjing rabies. (Foto: Nature)
A
A
A

SELAMA ini banyak orang yang bertanya apakah benar anjing rabies mati usai menggigit manusia. Hal ini sering kali bikin orang bertanya-tanya.

Apalagi diketahui oleh banyak orang, rabies merupakan penyakit yang mengerikan. Jika tergigit anjing rabies, dan telat diobati, maka bisa berakibat fatal seperti kematian.

 anjing rabies

Lalu, apakah anjing rabies mati usai menggigit manusia?

Dikutip dari laman Guided Pet, anjing yang mati karena rabies tidak ada hubungannya atau tidak ada kaitannya karena mereka baru saja menggigit manusia.

Anjing rabies biasanya tidak punya kesempatan untuk bertahan hidup begitu gejala rabies muncul. Pasalnya, virus ini langsung menyebar ke otak hingga menyebabkan kelumpuhan dan akhirnya kematian pada anjing.

 BACA JUGA:

Tingkat kematian rabies pada anjing mendekati 100%. Anjing yang terinfeksi rabies akan mati karena kerusakan otak, sehingga lebih mungkin ditularkan ke inang lain. Jadi si anjing rabies mati akibat kerusakan otaknya, bukan karena usai menggigit manusia.

Saat virus rabies berkembang di otak maka akan segera muncul berbagai gejalanya. Si anjing rabies jadi agresif dan mencoba menggigit orang-orang.

 BACA JUGA:

Rabies memasuki tubuh manusia dan hewan melalui air liurnya dan akhirnya menyebar ke otak. Lalu bagaimana tepatnya anjing rabies mati?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anjing dengan rabies mati karena terinfeksi virus, bukan karena menggigit seseorang. Menggigit adalah gejala yang muncul dengan sendirinya melalui agresi.

Begitu gejala muncul, anjing yang terinfeksi akan mati dalam waktu sekitar sepuluh hari atau setiap kali penyakit menyebar ke otak.

Pembawa rabies yang paling umum di Amerika Serikat adalah kelelawar. Pembawanya juga bisa berupa anjing atau hewan peliharaan lain yang belum divaksinasi.

Setelah gigitan terjadi, rabies menyebar ke saraf tepi inang di luar otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian rabies akan berkembang biak dan menyebar ke kelenjar ludah.

Kemudian, virus masuk ke air liur. Virus tidak hidup lama di luar tubuh inangnya. Jika seekor anjing mati karena rabies, kemungkinan besar karena mereka belum divaksinasi atau mendapat perawatan segera setelah hewan lain menggigitnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement