Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wanita Ini Rela Donorkan Rahimnya kepada sang Adik, Jalani Operasi Selama 9 Jam

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2023 |09:05 WIB
Wanita Ini Rela Donorkan Rahimnya kepada sang Adik, Jalani Operasi Selama 9 Jam
Wanita ini donorkan rahimnya untuk sang adik. (Foto: Express.co.uk)
A
A
A

SEORANG wanita di Inggris telah menyumbangkan rahimnya kepada adik perempuannya. Hal itu dilakukan untuk membantu sang adik agar memiliki anak dari rahimnya sendiri.

Seorang ahli bedah yang menjalankan operasi rahim ini mengungkapkan jika momen ini merupakan transplantasi rahim di Inggris pertama yang sukses total. Operasi sendiri berlangsung dramatis selama sembilan jam.

Ahli bedah ini mengatakan jika pendonor berusia 40 tahun tersebut telah memiliki dua orang anak. Sementara sang adik yang menerima donor baru berusia 34 tahun.

Sang adik yang menerima rahim ini sudah menikah. Dirinya pun telah menyimpan embrio dan akan memulai IVF akhir tahun ini.

Keadaan pendonor dan penerima pulih dengan baik

Rahim

Ahli Bedah Utama, Profesor Richard Smith mengatakan, kalau hal tersebut sangat luar biasa. Menurutnya proses transplantasi rahim tersebut paling menegangkan dalam kariernya. Meski demikian Richard menyambut positif hal tersebut.

“Saya hanya sangat senang kami memiliki donor yang benar-benar kembali normal setelah operasi besarnya. Dan penerimanya setelah operasi besarnya melakukannya dengan sangat baik dan berharap untuk memiliki bayi,” imbuh Richard Smith, dikutip dari Daily Express, Rabu (23/8/2023).

Sebelum itu petugas medis mengaku cemas melihat apakah embrio akan diambil. Jika ya, sembilan bulan kemudian penerima akan memiliki bayi melalui operasi caesar. Enam bulan setelah itu dia akan memiliki pilihan untuk menjalani histerektomi atau mencoba bayi lain.

Prof Smith, dari badan amal Womb Transplant UK yang mendanai operasi dan seorang konsultan ginekologis ­surgeon di Imperial College London, mengatakan rahim yang ditransplantasikan berfungsi persis sebagaimana mestinya dan rencana untuk IVF sesuai jadwal.

Setelah operasi ini, penerima donor rahim perlu minum obat imunosupresan selama kehamilan apa pun untuk mencegah tubuhnya menolak organ donor.

Operasi transpalasi rahim ini sangat emosional

Operasi transpalasi rahim ini tidak mudah. Hingga akhirnya membuat para dokter dan perawat yang turut dalam operasi ini merasa emosional setelah operasi dinyatakan berhasil.

“Orang-orang mengatakan kita harus merasa bangga. Sebenarnya, kami merasa lega. Saya merasa emosional tentang itu semua. Konsultasi pertama dengan penerima post-op, kami semua hampir menangis,” kata Prof Smith.

Operasi pengangkatan rahim pada kakak perempuan memakan waktu delapan jam 12 menit dan melibatkan lebih dari 30 staf. Ahli bedah meninggalkan ovariumnya sehingga dia tidak menghadapi menopause dini.

Satu jam sebelum rahim diekstraksi, ahli bedah mulai mengoperasi saudara perempuannya yang lebih muda dan memakan waktu sembilan jam 20 menit.

Operasi ini membuat pendonor kehilangan darah yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni sebanyak dua liter. Tetapi selama 10 hari dirinya berhasil untuk memulihkan diri dan bisa meninggalkan rumah sakit. Pendonor juga mengalami menstruasi yang teratur, yang menunjukkan rahim bekerja dengan baik.

Sementara adik perempuannya yang menerima pendonoran rahim langsung pulang setelah lima hari perawatan dan telah pulih dengan baik.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement