Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polusi Udara di Jakarta Belum Berdampak Signifikan ke Industri Pariwisata, tapi...

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2023 |20:41 WIB
Polusi Udara di Jakarta Belum Berdampak Signifikan ke Industri Pariwisata, tapi...
Polusi udara di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Heru)
A
A
A

KETUA Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa polusi udara yang makin memburuk di Jakarta belum berdampak signifikan terhadap industri pariwisata. Namun jika polusi dibiarkan tanpa diatasi, maka bisa bikin orang malas berwisata.

"Tapi kalau begini terus ya orang pasti pada malas ke Jakarta. Orang Jakarta aja pada malas. Nggak usah jauh-jauh, kita yang tadinya olahraga pagi, ngelihat begini, malas juga ya. Tentu (kedepannya) pasti akan berdampak jelek," ujar Haryadi di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Senin (21/8/2023).

 BACA JUGA:

Menurut Haryadi, saat ini ada kekhawatiran pelaku pariwisata akan berkurangnya kunjungan turis mancanegara ke Jakarta karena masalah polusi udara.

"Orang mau liburankan mau senang-senang, kalau kena polutan, ya malas juga. Siapa mau pergi? Cari yang lebih sehat udaranya?" ujarnya.

 

GIPI minta pemerintah segera mengatasi masalah polusi di Jakarta. Menurutnya mengimbau memakai masker dan beralih ke kendaraan listrik (elektrifikasi) bukan solusi mengatasi polusi udara.

 BACA JUGA:

"Antisipasi dengan menyuruh orang pakai masker, beralih ke mobil listrik ya menurut saya enggak menyelesaikan masalah juga, selama sumber polutannya enggak diberesin," terangnya.

Haryadi meminta pemerintah mencari dulu sumber penyebab utama polusi di Jakarta apakah sepenuhnya berasal dari kendaraan atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Brief Sandi Uno mengatakan, guna mengatasi masalah polusi dan udara yang buruk di wilayah Jabodetabek, maka pihaknya akan bergerak untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) serta berkolaborasi untuk membuat pariwisata ramah lingkungan.

Menurutnya dengan diperluasnya RTH di sejumlah destinasi wisata dapat membantu mengurangi polusi atau udara yang buruk. Serta adanya kolaborasi bersama sejumlah pihak, bisa mendukung pariwisata ramah lingkungan.

 Ilustrasi

"Saya juga ingin mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi di destinasi-destinasi wisata, untuk mendukung pariwisata ramah lingkungan salah satunya TMII," ujarnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement