POLUSI udara tengah menjadi sorotan masyarakat belum lama ini. Bahkan, kini banyak masyarakat yang sudah mulai merasakan dampaknya terhadap gangguan kesehatan, khususnya masalah pernapasan.
Terkait kasus tersebut, dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Erlina Burhan, mengungkapkan beberapa fakta terkait bahaya polusi udara.
Apa saja itu? Berikut diantaranya, dilansir dari akun sebuah utas di akun Twitternya, @erlinaburhan, Sabtu, (19/8/2023).
1. Paru-paru mengalami peradangan
Dalam cuitannya, dr.Erlina membagikan sebuah contoh berupa potret hasil rontgen seorang remaja di India yang terpapar polusi udara. Dalam hasil rontgen itu terlihat, di bagian paru-paru remaja tersebut terdapat bagian berwarna warna putih yang menunjukkan adanya peradangan.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen dan karbondioksida di bagian tersebut.
“Ini adalah foto rontgen paru-paru seorang remaja India yang terpapar polusi udara. Ada peradangan di kedua lapangan paru-paru dengan adanya bagian yang memadat (bagian berawan warna putih) yang mengakibatkan terganggunya pertukaran oksigen dan karbondioksida di bagian tersebut,” tulisnya.
2. Penyempitan saluran napas
Dokter Erlina juga menyebut, saat terpapar polusi udara, yang terjadi di dalam saluran napas dan paru-paru, ternyata juga bisa memicu penyempitan saluran napas.
“Apa dampak polusi udara hingga paru-paru terganggu? Menginflamasi dan mengiritasi jaringan paru-paru yang mengakibatkan penyempitan saluran napas,” tuturnya.

3. Merusak jaringan paru-paru
Bahaya polusi udara bagi paru-paru selanjutnya adalah bisa merusak sel jaringan paru-paru itu sendiri. Menurut dr.Erlina, hal tersebut terjadi karena adanya paparan polutan dari polusi udara yang mengendap di dalam paru-paru.
“Polutan juga dapat mengendap di dalam paru-paru. Paparan tersebut dapat merusak sel jaringan paru-paru. Fakta lain, polutan bisa menurunkan elastisitas paru (sulit l mengembang untuk serap oksigen) dan gangguan pertukaran gas,” tuturnya.
4. Jenis partikel di dalam polusi udara
Bagi Anda yang bertanya-tanya, mengapa polusi udara bisa begitu berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk organ pernapasan? Hal tersebut adalah karena polusi memiliki berbagai macam jenis partikel yang berbahaya.
“Apa partikel/zat yang ada di dalam polusi udara ? Polutan, terutama partikel halus (PM 2.5), yang dapat mengendap di paru-paru. Lainnya ada nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), dan karbon monoksida (CO),” tutur dr. Erlina.
5. Polusi udara bisa mengubah warna paru-paru
Fakta mengerikan lainnya terkait bahaya polusi udara adalah bisa mengubah warna paru-paru seseorang. Saat lahir, paru-paru seseorang berwarna merah muda. Namun, seseorang yang telah terpapar polusi udara cenderung memiliki paru-paru berwarna hitam.
Apakah ada perubahan warna atau tekstur dari paru-paru akibat terpapar polusi udara?
"Saat lahir, paru-paru kita berwarna merah muda. Namun akibat dampak polusi, warnanya bisa berubah menjadi hitam,” ungkap dr.Erlina.
6. Sama bahayanya dengan rokok
Fakta selanjutnya, polusi udara ternyata juga memiliki bahaya kesehatan yang sama dengan merokok. Hal ini karena keduanya bisa menimbulkan sejumlah masalah pada organ paru-paru.
Polusi udara sama bahayanya dengan rokok?
"Bahayanya sama. Sejumlah studi mengungkap bahwa orang yang terpapar polusi bertahun-tahun mengembangkan perubahan pada paru-paru mereka serupa dengan para perokok,” ucap dr. Erlina.
7. Risiko tinggi terjadi pada anak-anak
Anak-anak menjadi salah satu golongan yang rentan terhadap bahaya dari paparan polusi udara. Pasalnya, bagian paru-paru anak masih berkembang. Hal ini lah yang membuat anak-anak cenderung bernapas lebih cepat dan bisa menghirup udara berpolusi lebih banyak.
“Kenapa anak-anak lebih berisiko terhadap polusi udara? Karena paru-parunya masih berkembang. Mereka juga bernapas lebih cepat, yang artinya menghirup udara berpolusi lebih banyak,” tulis dr. Erlina.
8. Picu bronkitis hingga pneumonia
Jika anak-anak terus menerus terpapar polusi, hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang cukup serius. Mulai dari iritasi, peradangan, bronkitis, bahkan pneumonia.
“Jika paru-paru Sang Anak terus menerus terpapar polusi? Akan terjadi iritasi, peradangan, batuk pilek yang berulang sampai terjadi bronkitis, dan sesak serupa asma yang sebabkan anak jadi tidak fit serta kurang lincah,” kata dr. Erlina.
“Bahkan, anak bisa mengalami pneumonia apabila ada kuman atau virus yang terhirup. Apabila anak memiliki pneumonia, biasanya perlu dirawat inap,” ucapnya.
9. Ibu hamil berisiko lahirkan bayi prematur
Bahaya polusi udara bahkan bisa mengancam kesehatan ibu hamil. Salah satu risiko terparahnya yakni bisa melahirkan bayi prematur, berat badan rendah, dan menurunkan riwayat penyakit asma.
“Bagaimana dampaknya untuk ibu hamil dan janinnya? Bayi berisiko lahir prematur, berat badan rendah, dan bisa mengembangkan asma,” ungkap dr. Erlina.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.