Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eks Petinggi WHO Jelaskan Polusi Udara Bisa Menyebabkan Kematian

Chindy Aprilia , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2023 |13:47 WIB
Eks Petinggi WHO Jelaskan Polusi Udara Bisa Menyebabkan Kematian
Polusi udara berbahaya. (Foto: Antara)
A
A
A

KINI polusi udara di Jakarta semakin parah, bahkan bisa mengancam kesehatan. Banyaknya penyakit yang ditimbulkan akibat polusi udara pun mulai bermunculan seiring dengan berjalannya waktu.

Mantan Petinggi Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, pada tahun 2019 sebelum terjadinya pandemi Covid-19, polusi udara diketahui terjadi keterkaitan dengan 6,7 kematian di dunia.

 polusi udara

Bahkan dari 6,7 juta tersebut disebabkan oleh polusi udara ambien (luar ruangan/outdoor). Sehingga dengan kata lain, diperkirakan pada tahun 2019 ada sebanyak 4,2 juta kematian disebabkan karena polusi udara dalam ruangan atau indoor.

 BACA JUGA:

Sementara itu, dari segi Jurnal Kesehatan terkemuka di dunia menjelaskan bahwa hasil analisa “Lancet Comission on pollution and health” terdapat 9 juta kematian dalam kurun waktu setahun hanya akibat polusi udara.

“Di dunia, terjadi sekitar 9 juta kematian setahunnya akibat polusi udara. Tegasnya, polusi udara menjadi penyebab 1 dari 6 kematian di dunia,” kata Prof Tjandra Yoga Aditama, dikutip dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia.

 BACA JUGA:

Tidak hanya itu, Prof Tjandra juga menjelaskan di negara India juga terjadi hampir 1,6 juta kematian akibat polusi udara di tahun 2019. Artinya, sebanyak 17,8% kematian yang ada di negara India pada tahun 2019 terjadi hanya akibat polusi udara.

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, terlebih di Indonesia juga saat ini terjadi polusi udara yang beberapa hari sudah mengganggu aktifitas sehari-hari. Jika tidak segera mengambil tindakan, maka dikhawatirkan akan membuat semakin terganggunya kesehatan.

Sehingga dari permasalahan tersebut WHO pun menegaskan bahwa polusi udara merupakan salah satu masalah lingkungan yang berisiko tinggi bagi kesehatan.

Prof Tjandra juga menyarankan dengan menurunkan kadar polusi di udara maka diharapkan negara-negara di dunia termasuk dengan Indonesia untuk dapat menurunkan angka beban penyakit (burden of disease) akibat penyakit-penyakit seperti stroke, gangguan jantung, kanker paru, serta penyakit paru dan pernapasan akut dan kronik.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement