"Sebelum 2019 itu dikelola sama masyarakat, kemudian dibeli oleh Cromping Werengkak oleh Pak Ronald terus dikelola sekitar 3 tahun yang lalu," terang Iwan.
"Karena (pandemi) corona jadi dihentikan dulu, setahun setelah corona Pantai Lihaga dibuka kembali," timpalnya.
Pulau Lihaga (Foto: MNC Portal/Selvianus)
Pulau Lihaga perlahan tapi pasti mulai banyak dikunjungi wisatawan. Iwan pun optimistis ke depannya Pulau Lihaga dengan segudang daya tariknya seperti keindahan bawah laut dan berbagai spot snorkeling serta diving mampu mencuri minat pelancong internasional.
"Perbedaannya sangat banyak, selama tamu-tamu berkunjung di sini kebanyakan mereka lebih banyak memuji Pantai Lihaga. Karena selain pasirnya yang putih, pemandangan di sekitar pantai juga indah," kata Iwan memungkasi.
(Rizka Diputra)