KUALITAS udara di DKI Jakarta terus mengalami perburukan. Bahkan berdasarkan data dari IQ Air kemarin, indeks udara di Jakarta sudah mencapai angka 165 AQI US.
Sekadar informasi, polusi udara ini mengandung Particulate Metter 2.5 atau PM 2.5 yang mengandung gas beracun. Selain itu polusi juga menyebabkan perburukan atau rusaknya saluran pernapasan.

Terkait hal itu Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Erlina Burhan M.Sc.P(K) memberikan tanggapannya.
Melalui akun Twitter pribadinya @erlinaburhan, Senin 7 Agustus 2023 mengatakan bahwa kualitas udara di Jakarta sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
"Tercatat tadi pagi itu PM 2.5 nya 24 kali batas aman WHO," tutur dr. Erlina dalam unggahan Twitternya.
Menurut Erlina, kondisi udara tersebut amatlah buruk. Bahkan pada malam sekalipun, kondisi udara di DKI Jakarta tetap jauh dari batas aman WHO.
"Malam ini pun kualitasnya tidak bagus. 10 kali batas aman WHO," tulisnya.
Kualitas udara yang buruk juga memicu berbagai macam penyakit, bagi orang yang secara terus menerus terpapar udara seperti kardiovaskuler, gangguan atau masalah di saluran pernapasan, risiko kanker, dampak neurologis, menurunkan fungsi paru-paru hingga memiliki risiko bayi lahir prematur.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.