Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkat Polusi Udara di Jakarta Memburuk, Begini Saran Dokter

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2023 |12:05 WIB
Tingkat Polusi Udara di Jakarta Memburuk, Begini Saran Dokter
Tingkat polusi udara di Jakarta memburuk. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SEBAGAI kota terpadat di Indonesia, Jakarta menyumbang polusi terbesar. Berdasarkan data dari IQ Air pagi ini, indeks udara di Jakarta sudah mencapai angka 165 AQI US yang termasuk dalam tingkat tidak sehat.

Polusi udara ini mengandung Particulate Metter 2.5 atau PM2.5 yang diketahui mengandung gas beracun, menyebabkan perburukan atau rusaknya saluran pernapasan.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Dr dr Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) melalui utas pada Twitternya, yang dikutip Selasa (8/8/2023) mengatakan bahwa kualitas udara pada PM2.5 memiliki nilai 24 kali batas aman Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang berarti amat buruk.

Polusi Udara

Apa itu PM2.5?

Dokter Erlina menjelaskan PM2.5 merupakan partikel debu yang berukuran 2.5 mikron, dan dianggap sebagai partikel berbahaya, karena amat mudah masuk ke sistem pernapasan. PM2.5 tidak tersaring pada sistem pernapasan bagian atas, dan langsung menempel pada gelembung paru-paru dan tentu sangat berbahaya.

Partikel-partikel ini terdapat pada polusi udara yang berasal dari mobil, angkot, bus, motor, pabrik, dan lain-lainnya. Dimana hal tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta sehari-hari.

Dengan kualitas udara yang buruk seperti saat ini, Dr dr Erlina mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika melakukan aktivitas ke luar rumah.

“Didasari kualitas udara yang tidak baik itu, sudah seharusnya kita memakai masker kalau keluar rumah. Terutama untuk pasien asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) agar penyakitnya tidak terpicu, seperti menjadi sesak karena menghirup udara yang kotor,” tulis Dr dr Erlina.

Kualitas udara yang buruk juga memicu berbagai macam penyakit, bagi orang yang secara terus menerus terpapar udara seperti kardiovaskuler, gangguan atau masalah di saluran pernapasan, risiko kanker, dampak neurologis, menurunkan fungsi paru-paru hingga memiliki risiko bayi lahir prematur.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement