BARU-BARU ini viral bocah berusia 8 tahun di Tangerang Selatan menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat sering menghirup asap pembakaran sampah yang kerap ada di belakang rumahnya.
Akibatnya, ia harus menjalani perawatan intensif selama berhari-hari di Rumah Sakit Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan. Hal itu sebelumnya sempat dikeluhkan oleh ibu dari anak tersebut melalui akun Instagramnya.

Ironisnya, menurut ibu dari anak laki-laki bernama Raya itu, lokasi pembakaran sampah liar tersebut berada di salah satu institusi kesehatan di bawah naungan pemerintah kota setempat.
Ia menyayangkan, aksi pembakaran sampah di wilayah Tangerang Selatan masih banyak kerap terjadi dan tidak ditindaklanjuti secara serius. Padahal, pembakaran sampah yang dilakukan dengan cukup masif ini makin memberikan dampak buruk untuk kualiatas udara di Jakarta dan sekitarnya.
Sang ibu juga menyebut, dampak dari asap pembakaran sampah liar tersebut bukan hanya dialami oleh anaknya, namun juga bisa berdampak buruh terhadap kesehatan beberapa teman-teman sekolah hingga anak-anak lain yang tinggal di lingkungan tersebut.
“Pak Walikota Tangsel, mohon ditindak dong Pak pembakaran sampah liar di Tangsel. Bagaimana udara kita ga buruk!! Anak saya sedang dirawat di RS Eka Hospital karena udara yang buruk disini..” keluh sang ibu, melalui tangkapan layar yang dibagikan sang adik di akun Instagramnya, @nurissaanindya.
BACA JUGA:
“Dan juga beberapa teman sekolahnya serta anak-anak penerus bangsa lainnya yang tinggal di Tangsel. Semangat sekolahnya sangat besar, harus terhambat karena udara yang tak layak!! Semoga bapak bisa membuat tindakan yang tegas dan segera ya pak!,” lanjutnya.
Keluhan orangtua dari anak yang mengalami penyakit ISPA karena sering menghirup asap pembakaran sampah itu lantas banyak diposting ulang oleh beberapa akun Instagram hingga akhirnya viral.
BACA JUGA:
Tim MNC Portal juga telah menghubungi adik dari ibu anak tersebut untuk mengkonfirmasi dan meminta update terkait kondisi anaknya. Menurut sang tante bernama Nurissa Anindya itu, Raya didiagnosa terkena ISPA oleh dokter sejak 2 hari lalu.
Nurissa menyebut, pembakaran sampah liar yang berada di belakang perumahannya tersebut sudah ada sejak tahun lalu. Tak hanya kerap terhirup, asap pembakaran sampah yang menurutnya cukup pekat tersebut juga membuat mata menjadi perih.
“Daerah rumah kami ada pembakaran sampah. Dan kami sudah lapor sejak Juli tahun lalu tapi tidak ada tanggapan dari pemkot. Akhirnya yang kami takutkan kejadian juga. Ponakan saya akhirnya Sabtu lalu sesak nafas dan harus dilarikan ke RS ternyata kena ISPA,” ujar Nurissa kepada MNC Portal.
Saat ini, Raya diketahui masih dirawat di rumah sakit dalam pantauan dokter. Pasalnya, sebelum dinyatakan ISPA, bocah tersebut tiba-tiba mengalami sesak napas hingga membuat cekungan di dadanya tampak terlihat jelas.
“Alhamdulillah sudah membaik, ini tinggal nunggu visit dokter. Kalau hasilnya semua baik, mungkin sudah boleh pulang hari ini,” lanjut Nurissa.
Meski begitu, Nurissa berharap agar kasus ini jangan sampai terulang hingga sampai memakan korban. Salah satunya dengan menertibkan lokasi pembakaran sampah yang masih kerap terjadi di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.