Konflik pernikahan diduga bakal terjadi ketika orang yang disayangi justru merasa diabaikan oleh orang yang mereka hargai. Hal itu justru berdampak pada kepuasan hubungan yang lebih rendah.
"Orang-orang harus berhati-hati untuk hadir bersama orang yang mereka cintai untuk menunjukkan bahwa mereka peduli, dan singkirkan ponsel mereka," tutur Izzet
Studi dampak phubbing pada rumah tangga ini, disebutkan lebih lanjut muncul tak lama setelah satu penelitian yang mengungkapkan bahwa phubber (orang yang suka melakukan phubbing) lebih cenderung punya masalah kesehatan mental tertentu.
Sebelumnya oara peneliti dari University of Oklahoma juga mengatakan orang-orang yang sering melakukan phubbing cenderung depresi.
"Orang-orang yang cemas secara sosial yang mungkin lebih suka interaksi sosial online daripada komunikasi tatap muka, juga menunjukkan lebih banyak perilaku phubbing," tulis para peneliti dari University of Oklahoma.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.