Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Baik, 13 Perawat Berangkat ke Jerman Akan Digaji Hingga Rp 43 Juta Per Bulan

Irfan Maulana , Jurnalis-Senin, 10 Juli 2023 |15:40 WIB
Kabar Baik, 13 Perawat Berangkat ke Jerman Akan Digaji Hingga Rp 43 Juta Per Bulan
Perawat (Foto: Orange park medical center)
A
A
A

KABAR baik, sebanyak 13 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berangkat ke Jerman untuk memulai pekerjaan di bidang kesehatan yakni sebagai perawat. Mereka pergi ke negeri Panzer tersebut melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Keberangkatan mereka pun dilepas oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Diketahui, mereka lolos sebagai perawat di Jerman setelah melalui tahap seleksi dalam program pemerintah yakni Government to Government (G to G).

 perawat

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, Jerman merupakan negara dengan mengutamakan perlindungan bagi pekerja. Kata dia, Jerman memiliki undang-undang (UU) keberpihakan terhadap tenaga kerja.

"Kita juga mendorong, agar mereka ini tidak hanya bekerja, mendapat jabatan dan uang saja. Tapi ke depannya bisa dimanfaatkan untuk usaha di dalam negeri," katanya.

Tak hanya, kesejahteraan mereka dipastikan menjadi prioritas. Bahkan ata perawat tersebut akan mendapatkan gaji yang fantastis.

"Gaji sangat tinggi. Ini bisa dikatakan kalau untuk perawat ya ini gaji tertinggi dibandingkan dengan jabatan perawat di negara lain. Jepang misalnya, Rp 23 juta sampai Rp 30 juta. Jerman tertinggi Rp 41 sampai 43 juta," ujarnya, Senin, (10/7/2023).

Ke 13 PMI ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia diantaranya dari Karawang, Bekasi, Cianjur, Purwakarta, Jawa Barat, Lumajang, Ponorogo Jawa Timur, Purworejo, Boyolali, Jawa Tengah, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Aceh Jaya, Banda Aceh, dan Tangerang Selatan, Banten.

Benny berharap, PMI yang mendapatkan pekerjaan di negara maju seperti Jerman, Jepang dan Korea Selatan bisa membawa ilmu bisa kembali ke Indonesia.

"Jadi ilmu teknologi itu nantinya bisa dibawa ke negara kita dan dikembangkan dalam membangun desa, Kota/Kabupaten di Indonesia," tuturnya.

Dia juga menyebutkan, penempatan kerja seperti G to G ini harus digelorakan. Karena, mimpi anak-anak muda bangsa Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri tersebut dapat menjadi kenyataan.

 BACA JUGA:

"Pihak Jerman saat ini sudah membantu langsung para PMI dengan memberikan pelatihan kepada mereka dan bahkan ada hal-hal tertentu yang sudah ditanggung pihak Jerman," ujarnya.

 BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement