Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Tenggelam Dalam Kesepian, Atasi dengan 6 Tips Ini!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |20:38 WIB
Jangan Tenggelam Dalam Kesepian, Atasi dengan 6 Tips Ini!
Merasa kesepian (Foto: Carry on friends )
A
A
A

KESEPIAN disebut sebagai biang keladi dari maraknya kasus bunuh diri. Kesepian kronis pada stadium lanjut mengakibatkan depresi yang memicu seseorang ingin menyakiti diri sendiri, hingga memiliki ide untuk bunuh diri.

Padahal rasa sepi dapat diantisipasi, bahkan bisa dinikmati sebagai sumber inspirasi, momen meditasi hati, dan sarana membangun kedekatan kepada Tuhan. Semuanya tergantung pada kepiawaian kita dalam mengelola perspektif.

 kesepian

Kesepian, diam-diam menjadi “pembunuh” karena kepiluan yang ditimbulkan olehnya, hingga menggerogoti kesehatan seseorang.

Sejumlah praktisi medis menyoroti kematian Ratu Elizabeth II yang kemungkinan karena kesepian hingga menyebabkan kesehatannya terus mengalami penurunan, beberapa tahun sebelum akhirnya tutup usia.

Ginni Mansberg, Dokter Umum dan seorang presenter televisi di Australia mengungkapkan, kemungkinan mangkatnya Ratu Elizabeth II tidak terlepas dari rasa kesepian dan kesedihan atas kematian suaminya, Pangeran Philip. Pasalnya, kematian Philip berimbas pada menurunnya kondisi kesehatan sang Ratu yang terus memburuk.

"Dia kehilangan suaminya selama bertahun-tahun. Kesedihan menambah beban pada tubuh, dan sangat sulit untuk kehilangan seseorang yang telah dinikahi selama itu, di atas segalanya, di atas usia pertengahan 90-an," kata dr Mansberg, menggambarkan.

Sementara itu, Marilyn Monroe, artis Hollywood tercantik pada masanya ditemukan tewas bunuh diri pada 5 Agustus 1962 di kediamannya di Los Angeles, AS, oleh sebab overdosis obat. Kemungkinan dia merasa kesepian.

Sementara, di balik gemerlap dunia hiburan Korea Selatan yang mengundang jutaan pemuja dari berbagai negara, tercatat sebanyak 11 artisnya mati bunuh diri. Di antara nama-nama itu ada Jeon Mi-Seon, Choi Jin-Ri, Goo Ha-ra, dan Jo Hanna serta Jang Ja-yeon.

Di Gunung Kidul DIY, ada mitos Pulung Gantung yang dipercaya sebagai penyebab fenomena tingginya angka bunuh diri di daerah tersebut. Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, banyaknya kasus bunuh diri di sana cukup menyedot perhatian. Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri menjelaskan bahwa kebanyakan pelaku bunuh diri berusia lanjut (lansia). Atas keprihatinan itu Polres Gunung Kidul terus menggencarkan program Peduli Lansia (PELAN).

Dikutip dari Antara, mengenai pemicu bunuh diri, pada 2018, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyebutkan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri yang menimpa warganya disebabkan karena faktor kesepian.

Lalu bagaimana cara mengatasi kesepian?

1. Keterhubungan

Biasanya seseorang merasa kesepian ketika terisolasi dari pergaulan sosial. Maka upayakan selalu terhubung dengan keluarga, orang-orang di lingkungan sekitar, dan pergaulan secara luas. Jaga keterhubungan dengan dunia luar, jangan mengucilkan diri hanya karena merasa memiliki kekurangan, fokuslah pada kekuatan dan kemampuan diri sebagai modal percaya diri untuk tetap eksis dalam pergaulan. Bila telah purna tugas atau pensiun, lebih aktiflah dalam organisasi, komunitas, atau menjadi relawan dalam kegiatan sosial agar selalu memiliki lingkaran perkawanan dan merasa diri masih berarti.

2. Pribadi yang menyenangkan

Jadilah pribadi yang menyenangkan supaya tidak dijauhi orang dan tersingkir dari pergaulan. Jika kita hanya mempunyai sedikit teman dalam lingkungan yang terbatas, cobalah introspeksi, kemudian memperbaiki diri. Tatkala telah menjadi pribadi baru yang lebih baik, bukalah diri untuk sebuah pergaulan hangat yang mengasyikkan.

3. Tetap berkarya

Jangan membatasi waktu hanya berkarya selama masa kerja. Tetaplah berkarya sepanjang masa dengan atau tanpa institusi yang menaungi. Lakukan hal itu untuk kepuasan pribadi dan tetap tegaknya harga diri, dengan tidak menjadi pensiunan yang pengangguran. Akan lebih membanggakan lagi jika karya-karya itu bermanfaat bagi khalayak.

4. Apresiasi diri

Tak ada yang bisa mengenali dan menyayangi diri kita, sebaik kita sendiri. Tak perlu menunggu orang lain untuk memberi apresiasi atas prestasi yang kita capai. Hadiahi diri sendiri manakala suatu misi mampu terselesaikan dengan gemilang. Rayakan capaian apa saja yang layak dirayakan, agar kita tetap dalam kegembiraan.

 BACA JUGA:

5. Traveling

Hindari jiwa yang sepi dengan traveling dan berpetualang. Merealisasikannya bisa dengan banyak cara traveling, berpetualang, atau menyatu dengan alam agar jiwa selalu bergembira dan bersyukur dengan menikmati berbagai keindahan ciptaan Tuhan YME.

 BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement