Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Santai Saja Jadi Perokok Pasif, Ini Deretan Penyakit yang Bisa Mengintaimu!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 23 Juni 2023 |07:46 WIB
Jangan Santai Saja Jadi Perokok Pasif, Ini Deretan Penyakit yang Bisa Mengintaimu!
Perokok pasif (Foto: Wockhardt hospitals )
A
A
A

BELUM lama ini viral seorang wanita mengalami sakit bronkitis karena pacarnya sering merokok di dekatnya. Lama-kelamaan asap rokok yang dihirupnya menyebabkan ia sakit pernapasan.

Ia merupakan perokok pasif yang jadi korban asap rokok pacarnya. Oleh karena itu jangan santai saja jadi perokok pasif, ingatkan orang-orang terdekatmu untuk berhenti merokok, agar kalian semua sehat.

 perokok pasif

"Sebelumnya, kita cuma virtualan, paru-paru gue masih bersih. Sejak dia datang, sering hirup asapnya kalau dia merokok, soalnya selalu merokok disamping," dalam unggahannya, kata akun Tiktok @karinasliana.

"Baru ketahuan beberapa bulan lalu, nggak masuk akal masa hasil laboratorium Bronkitis. Sejak saat itu sering sesak nafas, nafas pendek karena dada rasanya sesak kaya ketutup," sambungnya.

Hal ini tentu jadi pembelajaran siapapun, karena dampak dari rokok bukan hanya untuk perokok aktif (si perokok) tapi juga perokok pasif (orang disekitarnya).

Nah, ternyata, bukan hanya sakit bronkitis, masih ada penyakit lain bisa mengintai keduanya, antara lain, penyakit paru-paru kronis, stroke, dan serangan jantung, tulang mudah patah, gangguan mata, salah satunya seperti katarak.

Asap rokok yang dihirup terus-menerus juga menyebabkan kanker leher rahim dan keguguran pada wanita, menyebabkan kerontokan rambut, mudah terinfeksi penyakit seperti (meningitis, infeksi telinga tengah, pneumonia, bronchitis, asma, limfoma, leukemia), sampai sulit sembuh bila sakit karena sistem kekebalan tubuh menurun, dan penyakit lainnya.

 BACA JUGA:

"Merokok merupakan kegiatan yang berdampak buruk tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain atau keluarga yang ada di sekitarnya baik dalam waktu singkat maupun jangka panjang," keterangan dalam Promkes laman Kementerian Kesehatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement