Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Ular Berbisa Paling Berbahaya di Muka Bumi, Awas Sekali Patuk Auto Pindah Alam

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 14 Juni 2023 |09:30 WIB
10 Ular Berbisa Paling Berbahaya di Muka Bumi, Awas Sekali Patuk Auto Pindah Alam
Ular Russell's Viper (Foto: dok. Rahul Alvares)
A
A
A

TERDAPAT 10 ular berbisa paling mematikan di dunia. Ular merupakan salah satu hewan yang kerap diwaspadai keberadaannya.

Bagaimana tidak, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kasus digigit ular termasuk dalam kategori Neglected Tropical Disease atau Penyakit Tropis Terabaikan telah menyumbang kematian lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Ular diketahui terdapat dua macam, yakni ular berbisa dan tak berbisa. Ular berbisa cenderung berbahaya sebab jika terkena bisa atau racunnya dan tak segera tertangani dengan benar maka dapat menyebabkan kematian.

Bahkan, tak sedikit ular berbisa yang dapat melumpuhkan korbannya dalam hitungan detik. Lantas, apa saja ular berbisa paling berbahaya di dunia? Berikut ulasannya sebagaimana Okezone kutip dari laman LiveScience;

1. Black Mamba (Mamba Hitam)

Ular satu ini termasuk jenis ular paling mematikan di Afrika. Mamba hitam (Dendroaspis polylepis) dapat membunuh seseorang hanya dengan dua tetes bisa.

Ular Black Mamba

Ular Black Mamba (Foto: Pinterest/@nathanjordon_photograhy)

Dinamakan Mamba Hitam lantaran warna gelap dan area dalam mulut mereka. Sebenarnya, mamba hitam berwarna kecoklatan. Panjang ular ini rata-rata sekitar 8 kaki (2,5 meter), dan dapat bergerak dengan kecepatan 12 mph (19 km/jam).

2. Fer-de-lance

Menurut makalah yang terbit 1984 dalam jurnal Toxicon, gigitan dari fer-de-lance (Bothrops asper) dapat mengubah jaringan tubuh seseorang menjadi hitam saat mulai mati. Ular beludak yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan ini memiliki panjang antara 3,9 hingga 8,2 kaki (1,2 hingga 2,5 m) dan berat hingga 13 pon (6 kg).

Menurut sebuah studi 2001 yang diterbitkan dalam jurnal Toxicon, ular ini bertanggung jawab atas sekitar setengah dari semua keracunan bisa gigitan ular di Amerika Tengah. Lantaran, bisa fer-de-lance mengandung antikoagulan (zat yang menghambat pembekuan darah), gigitan ular ini bisa menyebabkan seseorang mengalami pendarahan.

3. Boomslang

Sekitar 24 jam setelah digigit oleh boomslang remaja atau ular pohon hijau Afrika Selatan, herpetologis Karl Patterson Schmidt meninggal dunia. Para peneliti melaporkan dalam jurnal Biochimica et Biophysica Acta, hal itu disebabkan pendarahan internal dari mata, paru-paru, ginjal, jantung dan otaknya.

Ular Boomslang

Boomslang (Foto: Cape Snake Conversation)

Ular yang dapat ditemukan di seluruh Afrika terutama di Swaziland, Botswana, Namibia, Mozambik dan Zimbabwe ini salah satu yang paling berbisa. Boomslang juga disebut ular taring belakang lantaran dapat melipat taringnya kembali ke dalam mulutnya saat tidak digunakan.

4. Eastern Tiger Snake

Berasal dari pegunungan dan padang rumput di Australia Tenggara, menurut Museum Australia, Eastern Tiger Snake (Notechis scutatus) dinamai sesuai dengan pita kuning dan hitam di tubuhnya, meskipun tidak semua populasi memiliki pola tersebut.

Menurut University of Adelaide, racunnya yang kuat dapat menyebabkan keracunan pada manusia hanya dalam 15 menit setelah digigit dan bertanggung jawab atas rata-rata setidaknya satu kematian dalam setahun.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement