Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luka Bulan Sabit di Tubuh Korban Tewas, Dokter Forensik: Akibat Amarah Istri yang Cemburu

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 07 Juni 2023 |13:08 WIB
 Luka  Bulan Sabit di Tubuh Korban Tewas, Dokter Forensik: Akibat Amarah Istri yang Cemburu
Istri yang cemburu (Foto: Medium)
A
A
A

DOKTER Spesialis Forensik, dr Stephanie Renni Anindita, SpFM belum lama ini membagikan pengalaman ‘ngeri’ yang pernah ia alami adalah saat dirinya menangani seorang korban pembunuhan untuk dilakukan uji forensik.

Korban yang ia tangani bukan merupakan korban pembunuhan biasa. Usut punya usut, korban tersebut merupakan seorang wanita yang ternyata berprofesi sebagai PSK alias pekerja seks komersial.

Ia merupakan korban pembunuhan dari seorang istri dari laki-laki yang pernah menghubunginya sebagai PSK.

 cemburu

Ya, kemarahan seorang istri tersebut harus berujung tragis karena sang suami diketahui kerap melakukan transaksi atau perselingkuhan dengan PSK yang menjadi korban pembunuhan tersebut.

Dokter Stephanie lantas menceritakan awal mula penemuan mayat korban di salah satu hotel melati yang pertama kali ditemukan oleh petugas hotel.

“Apa yang dia temui di kamar itu betul-betul membuatnya syok, sampai hampir pingsan. Ia menemukan ada sesosok perempuan dalam posisi terbaring di atas lantai kamar mandi dan tubuhnya bersimbah darah dan penuh luka-luka,” tutur Dokter Stephanie, melalui kanal YouTubenya.

Petugas hotel lantas langsung menelepon pihak yang berwenang dan langsung dilakukan olah TKP. Petugas kemudian mengevakuasi mayat si korban ke bagian forensik rumah sakit, tempat Dokter Stephanie bertugas.

Dokter Stephanie menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan di ruang forensik, tubuh korban didapati banyak sekali luka menganga akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

“Di tubuhnya korban ini terdapat banyak sekali luka terbuka akibat kekerasan tajam, yang kalau dilihat dari sifat dan pola lukanya sesuai dengan luka tusuk,” ungkapnya.

Dokter Stephanie menjelaskan, bahwa kekerasan yang menyebabkan kematian si korban adalah kekerasan menggunakan benda tajam yang dilakukan di bagian leher sebelah kiri.

“Sehingga tusukan benda tajam itu merobek pembuluh darah dan mengakibatkan korban ini mati kehabisan darah,” imbuhnya.

Selain itu, Dokter Stephanie memaparkan, bahwa ia juga menemukan beberapa bagian rambut korban tercabut seperti ditarik paksa.

Tubuh korban juga penuh dengan luka lecet dan gores yang menurutnya jika dilihat dari bentuknya sesuai dengan luka cakar.

“Di tubuh korban juga ditemukan luka berbentuk bulan sabit yang khas pada cetakan kuku,” ungkapnya.

Meski begitu, Dokter Stephanie dan tim ahli forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan seksual saat melakukan pemeriksaan alat kelamin korban.

“Tapi di wajah korban itu penuh dengan luka sayat, kelihatan sekali bahwa si pelaku ini ada saat menganiaya korban sampai mati. Pelaku ini dalam keadaan marah, luar biasa sampai gelap mata,” tuturnya.

“Karena ya saking rusaknya wajahnya korban itu kelopak matanya itu sampai hampir terkelupas dan bibirnya itu ya seperti digunting,” lanjutnya.

Hasil keterangan penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa korban ternyata berprofesi sebagai seorang PSK online yang juga gemar menjual foto hingga video vulgar.

Awalnya, pihak kepolisian mengira bahwa korban dibunuh oleh teman kencan yang memesan jasanya. Hal itu didapatkan dari percakapan di ponsel korban dengan pelaku.

“Karena ya polisi berhasil mendapatkan ponsel korban dan di situ ada percakapan kalau korban memang janjian untuk ketemu dengan seorang laki-laki di hotel itu,” tuturnya.

“Dan itu ya percakapannya terjadi sehari sebelum korban ditemukan tewas,” lanjutnya.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi kemudian berhasil menemukan keberadaan laki-laki yang diduga menjadi pelaku pembunuhan PSK tersebut.

 BACA JUGA:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement