Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angela Tanoesoedibjo Ungkap 4 Strategi Percepatan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Sektor Parekraf

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2023 |19:20 WIB
Angela Tanoesoedibjo Ungkap 4 Strategi Percepatan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Sektor Parekraf
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Instagram @angelatanoesoedibjo)
A
A
A

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan bahwa Kemenparekraf memiliki strategi dalam percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara 1, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2023), Angela Tanoe mengungkapkan bahwa strategi tersebut tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kemenparekraf 2023.

 BACA JUGA:

"Yang akan dilaksanakan melalui (sejumlah) strategi," kata Angela Tanoesoedibjo yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif.

Strategi Parekraf dalam RKP 2023 yang pertama adalah penguatan rantai pasok ekosistem parekraf (termasuk hubungan antar lembaga) untuk menjadi sektor unggulan perekonomian Indonesia.

 

Kedua, adanya peningkatan nilai devisa dan dampak penggandaan pariwisata (multiplier effect) perlu didorong melalui lama tinggal (length of stay) yang tinggi dengan penerapan Tata Kelola Pariwisata melalui Destination Management Organization (DMO), Manajemen Pengunjung, Manajemen Atraksi, Daya Dukung Lingkungan (Carrying Capacity) dan Manajemen Krisis.

 BACA JUGA:

"Serta penguatan ekosistem pariwisata berkelanjutan, destination leadership program, destinasi tematik unggulan, desa wisata dan penataan 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) di destinasi," ujarnya.

"(ketiga), peningkatan kualitas tenaga kerja pariwisata melalui reskilling, upskilling dan newskilling yang sesuai dengan standar kompetensi," tambahnya.

Kemudian keempat, peningkatan pasar tradisional dan pembukaan pasar baru dengan kemudahan perizinan (visa) dan perluasan konektivitas. Kelima, peningkatan pelaksanaan MICE, event, festival skala nasional/ internasional dan kebijakan libur panjang serta cuti bersama.

 Ilustrasi

Angela juga menyebut, perlunya peningkatan nilai tambah ekraf yang berbasis pada kekayaan intelektual dan digital. Serta jejaring kabupaten/kota kreatif dengan penguatan kebijakan yang mendongkrak pertumbuhan nilai tambah dan daya saing.

"Terutama dalam perluasan dan komersialisasi kekayaan intelektual," terangnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement