KINI kasus sifilis melonjak, hal ini membuat masyarakat merasa khawatir sebab sifilis sangat mudah menular secara seksual. Melansir dari laman Sehat Negeri Kementerian Kesehatan, dilaporkan bahwa penyakit sifilis atau raja singa meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, yakni 2016-2022.
Bermula dari 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus, yang berarti rata-rata kasus meningkat tiap tahunnya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus.

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, penyakit ini juga bisa ditularkan kepada anak-anak dari orang tua. Berikut fakta yang harus diketahui masyarakat mengenai sifilis.
Lalu apa saja 4 fakta sifilis yang perlu diketahui
1. Gejala Awal yang Tidak Disadari
Penyakit sifilis memiliki gejala yang biasanya tidak disadari oleh para penderitanya. Umumnya, gejala awal penyakit sifilis adalah adanya luka di sekitar alat kelamin, dubur, dan mulut. Kemunculan luka tersebut cenderung tidak disertai dengan rasa nyeri, maka dari itu gejala sifilis tidak langsung disadari oleh penderitanya.
Dengan demikian, akan menyebabkan penyebaran ke orang lain tidak segera disadari. Hal ini dapat berakibat fatal, karena sifilis harus sesegera mungkin ditangani. Jika tidak, maka akan menyebabkan komplikasi ke penyakit lain, seperti kerusakan jantung, tumor, infeksi HIV, dan gangguan kehamilan, serta persalinan untuk ibu hamil.
BACA JUGA:
2. Penularan Sifilis Lewat Aktivitas Seksual
Penyakit sifilis ini disebabkan oleh aktivitas seksual yang dilakukan oleh penderitanya. Salah satu pencegahannya adalah dengan menggunakan alat pengaman saat melakukan aktivitas seksual. Sifilis menular melalui kontak kulit atau selaput lendir dari luka yang muncul.
Sifilis bisa terjangkit pada ibu hamil dan bisa menular ke anak yang belum lahir. Bayi yang menderita sifilis ini disebut dengan istilah sifilis kongenital. Fatalnya, bayi yang tertular saat masih berada di kandungan bisa berisiko meninggal saat lahir atau mengalami kecacatan. Selain itu bayi yang terpapar akan mengalami luka dan gatal di sekitar alat kelaminnya, seperti pada orang dewasa.
BACA JUGA: