Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Ini Alasan Kenapa Bayi Burung Merpati Jarang Terlihat

Anjasman Situmorang , Jurnalis-Rabu, 17 Mei 2023 |04:02 WIB
Ternyata Ini Alasan Kenapa Bayi Burung Merpati Jarang Terlihat
Bayi merpati bersama induknya (Foto: birdsandblooms/Arthur Scherwin)
A
A
A

BURUNG merpati kerap dianggap sebagai hewan simbol kedamaian dan kebebasan. Hewan ini terkenal tulus dan setia kepada pemiliknya. Tak heran jika mereka kerap dijadikan peliharaan oleh sejumlah orang.

Tidak hanya untuk dipelihara, burung merpati juga dapat hidup berdampingan dengan manusia di perkotaan. Namun sadar atau tidak, burung merpati sangat jarang terlihat ketika masih bayi.

Mereka datang menghampiri manusia ketika telah berukuran besar dan beranjak dewasa. Lantas, apakah burung merpati tidak melewati usia bayi? Di mana mereka saat masih bayi?

Melansir laman Mentalfloss, bayi merpati sebenarnya nyata keberadaannya. Namun ada beberapa alasan mengapa bayi merpati jarang terlihat oleh manusia.

Bayi Merpati

(Foto: Birdfact)

Salah satu penyebabnya karena sarang burung merpati itu sendiri. Mereka sangat senang membangun rumahnya di tempat-tempat yang mirip dengan gua dan tebing, persis seperti nenek moyang mereka di Mediterania.

"Di New York City mereka membangun sarang di mana saja yang dapat mereka temukan, bukaan apa pun di kusen jendela, di atas atap, di bawah jembatan. Sebaiknya di tempat yang agak terlindungi," ujar mantan Direktur Eksekutif Lab of Ornithology, Charles Walcott.

Selain itu, Walcott juga menjelaskan alasan lain mengapa bayi merpati jarang kelihatan berkaitan dengan periode waktu mereka tinggal di sarang. Ia berujar bahwa bayi merpati akan menghabiskan waktu satu bulan hingga enam minggu sampai mereka efektif menjadi ukuran dewasa.

Walcott menjelaskan, bayi merpati punya sifat yang lebih memberontak. Mereka punya bulu merah muda kecil dan agak semi-transparan.

Sementara itu, burung merpati dewasa merupakan sosok orangtua yang baik. Sang induk betina maupun jantan akan merawat dan memberi bayinya makan. Jika salah satu induk meninggal, maka akan sulit bagi yang lainnya membesarkan bayi merpati.

Merpati bayi bertahan hidup dengan diet susu merpati sampai mereka cukup umur untuk mengonsumsi makanan yang padat. Kebanyakan merpati memakan biji-bijian, sama seperti nenek moyangnya.

"Orangtua memuntahkan hal-hal menarik seperti biji jagung dan sebagainya," sebut Walcott.

Burung Merpati

(Foto: birdsandblooms/Eileen Cole)

Ketika bayi merpati mulai dewasa dan meninggalkan sarang, dia akan mengabaikan induknya. Dia mulai makan sendiri untuk pertama kalinya dan bergabung dengan kawanan yang lain.

Mereka akan berkumpul bersama-sama setiap hari di satu area tertentu. Walcott menambahkan bahwa merpati kota merupakan hewan yang cukup teritorial.

Jika seseorang mengambilnya, dia akan kembali ke tempat tersebut meskipun tidak dalam waktu yang cepat.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement