INDONESIA ialah negara yang kaya akan suku, budaya, bahasa dan keanekaragaman hayati. Itulah mengapa negara ini memiliki banyak cerita sejarah tentang asal-usul nenek moyang.
Salah satunya ialah Suku Amungme. Suku Amungme merupakan salah satu suku yang mendiami bumi Papua. Tanah Suku Amungme bahkan kaya akan sumber daya alam berupa emas.
Suku Amungme adalah kelompok pemilik hak ulayat atas tanah yang puluhan tahun dikeruk oleh PT Freeport.
Suku Amungme sebagai pemilik tanah ulayat bahkan diakui oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
Namun, akibat ketidakberdayaan, Suku Amungme lambat laun justru semakin tersingkirkan bahkan terasingkan dari tanah tempat tinggalnya sendiri.
Asal-usul Suku Amungme
Nama Amungme dari suku Amungme berasal dari kata 'amung' yang berarti utama dan 'mee' artinya manusia. Banyak dari suku Amungme yang mendiami dataran tinggi Papua di kabupaten Mimika dan Puncak Jaya.
Suku Amungme (Foto: ANTARA)
Berdasarkan sejarah suku Amungme berasal dari Lembah Baliem terbukti dari kata kurima dan hitigima tempat nenek moyang Suku Amungme berkumpul dan mendirikan rumah dari alang-alang. Mereka gemar bercocok tanam, bertani dan berburu untuk bertahan hidup.
Suku Amungme percaya bahwa mereka adalah makhluk pertama dari terciptanya manusia. Ada tiga versi berbeda menjelaskan tentang asal-usul suku ini. Pertama, suku Amungme berasal berasal dari tanah kemudian keluar dari mulut gua dengan membawa benih untuk bercocok tanam.
Kedua, suku Amungme berasal dari leluhur yang hidup di bawah kekuasaan Menaga Nemungki yang tak mengizinkan anak cucunya melihat dunia luar.
Sedangkan versi ketiga mengatakan bahwa dahulu kala ada seorang ada seorang wanita memberikan tongkat kepada anak gadisnya untuk membukakan gua sehingga suku Amungme dapat keluar.
Hubungan dengan dunia luar
Berkat ekspedisi Carstensz yang dilakukan oleh Dr.Colijn Cs tahun 1936 Suku Amungme dapat melihat dunia luar pertama kali. Kemudian di tahun 1954 Suku Amungme dipindahkan pesisir oleh pemerintah Belanda.
Konflik Suku Amungme
Konflik suku Amungme muncul ketika masuknya PT Freeport yang hendak mengukur emas dan hasil tambah di tanah Suku Amungme.
(Foto: 1.bp.blogspot.com)
Bagi Suku Amungme gunung-gunung yang dijadikan penambangan merupakan suatu tempat sakral dari para leluhur.
PT Freeport menandatangi penembangan di tanah ulayat Suku Amungme tanpa sepengetahuan Suku Amungme. Saat proses kesepakatan terjadi, Suku Amungme hanya diberikan janji manis akan hidup sejahtera.
Nyatanya, kini Suku Amungme tersingkirkan dan kekayaan alamnya dikeruk habis-habisan. Konflik berkepanjangan menyebabkan Suku Amungme akhirnya terusir dari tanah kelahiran mereka sendiri.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.