Joey Mellen pertama kali mencoba melakukan trepanasi sendiri di tahun 1967. Dia bangkrut pada saat itu, dan tidak mampu membeli bor listrik. Jadi, Mellen menggunakan trepan tangan yang dibeli dari toko alat bedah.
Mellen menggambarkannya sebagai sedikit seperti pembuka botol, namun dengan cincin gigi di bagian bawah. Alat tersebut membuat prosedurnya terasa seperti mencoba membuka tutup botol anggur dari dalam.
Langkah pertama berakhir dengan kegagalan yang menyakitkan, namun Mellen yakin manusia membutuhkan lebih banyak darah di otaknya. Mellen mencoba trepanasi lagi sekitar setahun kemudian, dan meskipun berjalan lebih baik daripada yang pertama kali, tapi dia tidak sepenuhnya puas dengan prosedurnya.
"Ada semacam suara 'schlurping' saat saya mengeluarkan trepan dan apa yang terdengar seperti gelembung," jelas Mellen.
Mellen membutuhkan beberapa saat untuk mencoba trepanasi lagi, namun, di tahun 1970, pada upaya ketiga dan terakhirnya, dia akhirnya mencapai apa yang telah dia tetapkan 15 tahun sebelumnya. Di mana Mellen hanya membutuhkan setengah jam secara keseluruhan, termasuk dibersihkan setelahnya.
"Saya merasa hebat karena saya telah melakukannya, tetapi kemudian saya perhatikan setelah sekitar satu jam saya mulai merasa ringan, seperti beban telah terangkat dari saya, Saya melakukannya di malam hari dan pergi tidur jam 11 malam dengan perasaan baik, dan saya masih bisa merasakannya saat bangun keesokan paginya. Dan kemudian saya menyadari, 'Ini dia. Selesai'." tutur Mellen.
Sebagai informasi, buku legendaris Joseph Mellen, Bore Hole, menjelaskan dengan detail soal bagaimana dia mendapatkan ide untuk mengebor lubang di tengkorak kepalanya, dan bagaimana dia melakukannya dalam tiga kali upaya.
(Vivin Lizetha)