ISTILAH burnout makin populer terdengar beberapa tahun belakangan ini, seiring dengan generasi usia produktif, usia pekerja didominasi oleh generasi milenial dan Z yang lebih peka dengan isu kesehatan mental.
Burnout yang lumrah dialami banyak orang ini sendiri, sebutan untuk mendefisinikan kondisi psikologis seseorang merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional, kebanyakan umumnya karena beban pekerjaannya.
American Psychological Association (APA), menyebut saat ini burnout berada pada titik tertinggi sepanjang masa terjadi di banyak profesi. Kondisi ini dipicu oleh pandemi Covid-19 dan ditambah dari faktor stres pribadi, pekerjaan, dan stress yang terkait dengan kesehatan.
"Jika karyawan merasa kewalahan, kurang dihargai, dan tidak berdaya untuk melakukan perubahan yang efektif dalam tugas, tuntutan, atau budaya tempat kerja mereka, maka burnout kemungkinan besar akan terjadi," kata Dr. Josh Briley, psikolog klinis dan peneliti di American Institute of Stress.
Ketika burnout dibiarkan berkelanjutan, bisa meningkatkan risiko gangguan mental, mulai dari kecemasan, insomnia, dan depresi. Nah, bagaimana kita bisa kalau sedang mengalami burnout? Kenali gejala umumnya di bawah ini, sebagaimana dilansir dari Healthline, Sabtu (6/5/2023) yang ditinjau secara medis oleh Debra Rose Wilson, Ph.D.,MSN.
1. Kelelahan: Stress psikologis bisa membuat seseorang menjadi lelah fisiknya. Ketika seseorang mengalami lelah dalam hal-hal yang tidak biasa, ini bisa jadi pertanda mengalami burnout.
BACA JUGA:
2. Takut dan kurang motivasi: Perasaan ini biasanya muncul karena tekanan-tekanan dari pekerjaan. Meski sudah beristirahat, namun masih merasa hari-hari semakin berat, kualitas pekerjaan menurun, dan tak ada semangat untuk bekerja.
"Burnout sering kali muncul bersamaan dengan perasaan cemas atau takut terkait pekerjaan [Anda], terutama setelah beberapa hari libur kerja,” kata Dr. Josh Briley.