BEBERAPA waktu lalu dihebohkan atas meninggalnya seorang bayi di Gresik, diduga akibat suara petasan. Belum lagi, berdasarkan informasinya, bayi berinisial N ini dikatakan sempat mengalami kejang dan pembuluh darah pecah di otak sebelum meninggal.
Melihat dari riwayat kondisi Bayi N, kita tahu terjadinya stroke umum karena adanya pecah pembuluh darah. Nah lantas apakah kaget mendengar suara petasan bisa membuat bayi atau seseorang terkena stroke?

Menurut Dr Muhammad Fajri Adda'I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan bahwa suara besar dari petasan sesungguhnya bisa membuat siapapun merasa kaget. Namun, jika itu amat besar, memungkinkan tensi darah meningkat dan pembuluh darah pecah akibat kaget itu.
"Iya tergantung kalau dia kaget secara luar biasa terus dia sebelumnya, memiliki penyakit memiliki gangguan pendarahan di otak atau penipisan dinding pembuluh darah. Mengalami kaget banget terus picu tensinya tinggi dan akibatnya pembuluh darahnya pecah itu bisa saja," jelas Dr Fajri kepada MNC Portal.
Melansir dari Medical News Today, kalau stroke hemoragik terjadi akibat pembuluh darah pecah di otak. Kerusakan akibat stroke hemoragik dapat terjadi akibat tekanan disebabkan oleh perdarahan, edema, atau kurangnya suplai darah.
"Jaringan otak bisa berdarah setelah stroke iskemik yaitu stroke yang disebabkan oleh suplai darah tersumbat. Ini merusak jaringan otak, membuatnya rapuh dan rentan terhadap pendarahan," keterangan dalam Medical News Today
BACA JUGA:
Melihat penjelasan di atas, rasa kaget yang amat tinggi atau besar, bisa memicu tensi darah meningkat. Hal ini pun bisa buat pembuluh darah pecah, yang mana kita pahami ini sebagai stroke.
BACA JUGA: