Apa yang dilakukan Sorong Selatan dalam mengeliminasi malaria?
Dance menuturkan, ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah daerah sejak 2009 hingga 2022 untuk mengeliminasi malaria.
1. Pertama adalah distribusi kelambu massal sebanyak 87.480 dari 2009-2014.
2. Lalu, dari 2009 sampai 2015 juga pemda setempat melakukan pelatihan kepada 19 analis, 17 surveilans, 12 bidan, dan 3 dokter untuk mengatasi malaria di sana.
3. Kemudian, sejak 2009-2017, Sorong Selatan melakukan mass blood survey (MBS) dan indoor residual spraying (IRS) di wilayah endemis tinggi, serta pembentukan kader malaria.
4. Sejak 2017 hingga sekarang, pemerintah Sorong Selatan diketahui memberlakukan program Bela Kampung sebagai pilot project strategi bertahan PE 1 2 5 Provinsi Papua Barat.
5. Sejak 2020 sampai sekarang, pemda membentuk tim advokasi dan penilaian mandiri, menindaklanjuti hasil penilaian pelatihan entomolog, dan on the job training ahli teknologi laboratorium medik.
6. Belum berhenti, sejak 2021-2022 pemda Sorong Selatan melakukan pemetaan reseptivitas, pengendalian jentik, surveilans migrasi, dan perjanjian lintas batas.
Kesemuanya itu ternyata berhasil membawa Sorong Selatan memperoleh status eliminasi malaria. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang masih berjuang mengeliminasi malaria.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.