Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudah Tersulut, Ini Alasan Amarah Remaja Sulit Dikendalikan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 28 April 2023 |05:00 WIB
Mudah Tersulut, Ini Alasan Amarah Remaja Sulit Dikendalikan
Penyebab amarah remeja sulit dikendalikan. (foto: Unsplash)
A
A
A

Amarah yang sulit terkontrol pada remaja ada kaitannya dengan proses tumbuh seorang manusia. Ya, otak dan tubuh remaja itu masih berkembang dan tumbuh.

"Korteks prefrontal yang merupakan bagian dari otak manusia yang terlibat dalam pemecahan masalah dan pengendalian impuls, pada remaja itu belum sepenuhnya berkembang hingga usia pertengahan atau akhir 20-an," ungkap Lauren Allerhand, seorang Psikolog Klinis di Child Mind Institute.

Tak hanya itu, amarah yang memuncak bisa juga disebabkan oleh faktor hormon yang sangat besar di dalam diri seorang remaja. Hormon testosteron dan estrogen mereka sangat tinggi dan ini secara signifikan juga memengaruhi suasana hati.

"Ketika seorang remaja membuat keputusan impulsif atau tampak seperti reaksi berlebihan terhadap hal sepele, itu karena mereka belum siap mengelola perasaan yang berlebihan," tambah psikolog itu.

Kalau amarah itu sangat mengganggu, Allerhand menyarankan untuk bawa si remaja ke tenaga profesional.

"Ambang batas setiap orang itu beda-beda. Tapi, jika kemarahan itu memengaruhi kemampuan si remaja untuk berfungsi dalam hidupnya atau berdampak negatif ke keluarga pada umumnya, hingga ada risiko mencelakai diri sendiri dan orang lain, ini waktunya cari pertolongan," saran dia.

"Kalau si remaja sudah sering berkelahi atau melukai diri sendiri dan orang lain, itu tanda yang jelas bahwa si remaja memerlukan bantuan profesional untuk mengendalikan emosinya yang berlebihan," tambah Allerhand.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement