SAAT ini suhu panas dikeluhkan masyarakat Indonesia, ternyata penyebabnya terjadinya gelombang panas di benua Asia.
Dikutip dari laman resmi BMKG, sejak pekan lalu hampir sebagian besar negara-negara di Asia Selatan masih terdampak gelombang panas atau "heatwave", Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand dan Laos diketahui melaporkan kejadian suhu panas lebih dari 40 derajat Celcius yang telah berlangsung beberapa hari belakangan dengan rekor-rekor baru suhu maksimum di wilayahnya.
Sementara di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2 Celcius di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu.
BMKG menyebut Indonesia tak termasuk yang mengalami gelombang panas, namun faktanya suhu panas terasa di sejumlah wilayah, salah satunya Yogyakarta.
Lalu apa saja tips agar tetap terhidrasi di suhu panas?
Dilansir dari laman resmi NSW Health, berikut tips selengkapnya:

1. Minum banyak air
Minum air yang cukup akan membantu Anda tetap terhidrasi dan ini baik untuk memastikan tubuh Anda tetap fit juga. Warna urin bisa menjadi barometer Anda menentukan apakah minum sudah cukup atau belum.
Ya, jika warna urin tampak kuning pekat, maka Anda harus perbanyak konsumsi air putih. Hindari minuman beralkohol, air yang terlalu panas, dan minuman manis termasuk teh dan kopi.
2. Jaga tubuh tetap dingin
Untuk yang satu ini, Anda disarankan untuk banyak makan sayuran dan buah yang segar dan dingin. Direkomendasikan juga untuk mengenakan pakaian longgar berwarna terang yang terbuat dari katun jika Anda beraktivitas di luar ruangan.
Jangan sampai lupa untuk mengoleskan sunblock atau kenakan topi. Melembapkan kulit dengan pelembap pun penting agar kulit tidak kering di cuaca panas terik. Tak berhenti di situ, upayakan jangan keluar ruangan pada pukul 11 siang dan 5 sore.
"Bila tubuh terasa terbakar, kompres dengan handuk basah. Boleh juga rendam kaki di air es," saran laman tersebut.
BACA JUGA:
3. Pastikan rumah tetap sejuk
Anda yang memiliki AC di rumah mungkin akan sedikit terbantu di saat cuaca panas terik seperti sekarang. Tapi, kalau yang tidak punya, upaya yang bisa dilakukan adalah menutup jendela dan tutupi dengan gorden.
Selain itu, upayakan menggunakan kompor atau oven seminimal mungkin. Penggunaan dua alat masak tersebut bisa menambah udara panas di rumah. Bila ada spot sejuk di rumah, Anda bisa habiskan banyak waktu di sana.
4. Hal lain yang tak boleh dilupakan
Di situasi seperti sekarang, penting untuk Anda punya perlengkapan darurat. Semisal, alat kompres hingga peralatan jika listrik mati yang bisa membuat udara di rumah semakin panas.
"Tidak ada salahnya punya kontak yang bisa Anda hubungi jika kondisi darurat terjadi, baik itu keluarga atau rumah sakit," tambah laporan tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.