Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Mantan Relawan Covid-19 saat Hadapi Gelombang Delta, 1 Dokter Harus Tangani 200 Pasien!

Syifa Fauziah , Jurnalis-Rabu, 19 April 2023 |19:07 WIB
Cerita Mantan Relawan Covid-19 saat Hadapi Gelombang Delta, 1 Dokter Harus Tangani 200 Pasien!
Podcast Aksi Nyata.
A
A
A

PEMERINTAH memang telah mencabut status PPKM seiring dengan melandainya kasus Covid-19. Kebijakan ini pun tidak terlepas dari penanganan Covid-19 yang semakin membaik sehingga virus itu pun bisa terkendali.

Tapi, Anda tentunya ingat masa kelam penanganan Covid-19 saat merebaknya varian Delta. Kala itu, banyak rakyat Indonesia harus kehilangan rekan, saudara bahkan mungkin orang tua mereka karena virus tersebut.

Pada Juli 2021, lonjakan kasus terus yang tertinggi hingga mencapai 56.757. Kemudian pada 11 Juli 2021 kasus kematian akibat Covid-19 lebih dari 1.000 kasus dalam sehari, bahkan pada 27 Juli angka kematian mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi yakni menembus 2.069 dalam sehari.

Kasus varian Delta meningkat tak hanya membuat masyarakat panik, tapi juga para tenaga kesehatan. Sebab makin banyak orang yang terpapar.

Mantan relawan Nakes RSDC Wisma Atlet, dr Maria melinda menceritakan di saat varin Delta meningkat di Wisma Atlet kekurangan dokter. Bahkan pengalaman dia pernah jaga pasien tiga lantai untuk satu satu dokter.

"Tiga lantai itu sekira 200 orang untuk satu dokter. Benar-benar kerja keras," ujarnya dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Kisah Perjuangan Mantan Relawan Covid 19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran', Rabu (19/4/2023).

Meski ada perasaan takut dan sedih, namun dr Maria mengaku selalu percaya pada kepercayaan dan selalu berdoa agar diberi kesehatan. "Saya juga was-was sama keadaan orang tua di rumah, tapi mereka jadi penguat saya. Tentunya nakes di RSDC juga saling menguatkan," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement