Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takaran Aman Konsumsi Harian MSG, Apa Efeknya Jika Berlebihan?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 18 April 2023 |17:00 WIB
Takaran Aman Konsumsi Harian MSG, Apa Efeknya Jika Berlebihan?
konsumsi MSG, (Foto: Freepik)
A
A
A

BANYAK yang masih beranggapan MSG, Monosodium glutamat (MSG) merupakan komponen yang sebaiknya tidak dikonsumsi.

MSG yang adalah bahan perasa, selama ini memang punya imej jelek untuk kesehatan. Mulai dari obesitas, gangguan metabolisme, hingga toksisitas otak. Padahal, bukan tidak boleh dikonsumsi sama sekali, MSG boleh dikonsumsi tapi dalam takar atau dosis yang aman, tak berlebihan.

Diterangkan Ahli Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dede Robiatul Adawiyah, MSG atau pun kaldu jamur, sama-sama aman jika ditambahkan dalam makanan atau masakan.

“Padahal, MSG adalah bahan yang aman, juga kaldu jamur, sama-sama aman. Menjadi tidak aman kalau penggunaanya berlebihan," jelas Prof Dede, kala dijumpai MNC Portal di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Syaratnya, tidak boleh dipakai bersamaan keduanya sekaligus. "“Jangan ditambahkan keduanya ke satu masakan sekaligus. Fungsi keduanya sama, jadi lebih baik pilih salah satu saja," tambahnya.

 BACA JUGA:

Prof. Dede mengimbau, untuk takaran konsumsi harian, penggunaan MSG hanya boleh 2 gram per orang per hari.

“Jika pakai takaran sendok teh, 2 gram itu seperti setengah sendok teh kurang lebih karena satu sendok teh itu 5 gram hitungannya," papar Prof. Dede

Jika konsumsi MSG berlebihan, memang ada beberapa efeknya ke kesehatan. Contohnya ke energi tubuh, napsu makan, hingga kesehatan otak.

Dilansir dari Healthline, Selasa (18/4/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Maya Feller, MS, RD, CDN, pertama efeknya pada asupan energi beberapa penelitian menemukan MSG bisa mengurangi nafsu makan, sementara yang lain menyebut konsumsi MSG sebagai penambah rasa bisa menyebabkan seseorang jadi makan berlebihan.

Sementara efek pada kesehatan otak, penelitian menunjukkan bahwa setelah ditelan dan masuk ke dalam tubuh, MSG sepenuhnya dimetabolisme di organ usus. Ketika berada di organ usus inilah berfungsi sebagai sumber energi, diubah menjadi asam amino lain, atau digunakan dalam produksi berbagai senyawa bioaktif.

Menariknya, disebutkan tak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa MSG mengubah kimia otak, dengan catatan saat dikonsumsi dalam jumlah normal alias tidak berlebihan dari takaran amannya.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement