INDONESIA sudah mendapatkan obat baru bernama Paxlovid untuk membantu pasien Covid-19. Paxlovid yang datang merupakan hasil pemberian atau hibah dari Pfizer sebanyak 24.096 dosis.
Bahkan rencananya, obat ini akan hadir di seluruh Apotek di Indonesia. Maka tak heran jika ada masyarakat tidak tahu cara bagaimana mengonsumsi obat Paxlovid.
Menurut Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dr Dra L Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS pemberian Paxlovid pada pasien digunakan selama 5 hari dengan dua tablet yang diminum secara bersamaan. Sehingga aman digunakan pasien, khususnya mereka bergejala ringan dengan memilki risiko tinggi menjadi berat.
"Satu treatment untuk 5 hari obat ini adalah kombinasi dua obat, dua anti-virus yang diminum bersamaan combi pack namanya 2 tablet bersama-sama satu kali sehari selama 5 hari," jelas Dra Rizka di Kementerian Kesehatan.
Dalam keterangan BPOM disampaikan, hasil kajian terkait dengan keamanannya, secara umum pemberian Paxlovid aman dan dapat ditoleransi.
BACA JUGA:
Efek samping tingkat ringan hingga sedang yang paling sering dilaporkan pada kelompok yang menerima obat adalah dysgeusia (gangguan indra perasa) (5,6%), diare (3,1%), sakit kepala (1,4%), dan muntah (1,1%) dengan angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo (berurutan 0,3%; 1,6%; 1,3%; dan 0,8%).
BACA JUGA:
Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan sisi efikasi, hasil uji klinik fase 2 dan 3 menunjukkan Paxlovid dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau kematian sebesar 89% pada pasien dewasa Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit. Dengan komorbid (penyakit penyerta), sehingga berisiko berkembang menjadi parah.
Komorbid berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal. Ia juga mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan akan terus memantau keamanan penggunaan Paxlovid di Indonesia.
"Paxlovid yang disetujui berupa tablet salut selaput dalam bentuk kombipak, yang terdiri dari Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati Covid-19 pada orang dewasa tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju Covid-19 berat,” papar Penny.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.