ADA yang beda di runway Muslim Fashion Festival atau Muffest+ 2023. Sejumlah model berjalan di runway mengenakan pakaian bernuansa coklat dengan konsep Eropa masa lampau.
Jika menelaah lebih detail, pakaian yang dikenakan para model ini menggambarkan busana para petani Eropa. Konsep semakin jelas gegara permainan material compang-camping yang terbuat dari linen.

Busana itu berasal dari jenama Afas Hijab by Wachidah. Pada awak media, sang desainer menjelaskan kalau material yang dipakai untuk koleksi 'Ordinary' itu terbuat dari linen angel dan linen bulkut.
"Itu bahannya kami rendam dulu beberapa waktu, kemudian kami kucek-kucek sampai akhirnya tercipta material yang lusuh dan tidak rapi," papar Idah, sapaan akrabnya, saat diwawancarai MNC Portal di Muffest+ 2023, Jumat (10/3/2023).

Idah punya alasan kenapa koleksinya yang tampil di Muffest+ 2023 terkesan berantakan dan lusuh tak rapi. Baginya itu bagian dari konsep pertunjukkan.
Ya, Idah ingin memberitahu kepada pencinta fashion bahwa koleksi yang tampil di runway tidak harus sesuatu yang mewah dan glamour.

"Busana yang sederhana, terkesan lusuh, dan mencerminkan orang biasa bahkan pakaian petani bisa juga tampil di runway pagelaran mode besar seperti Muffest+ 2023 ini," paparnya.
Tema 'Ordinary' yang diusung Idah punya makna mendalam baginya. Selain ingin memberi tahu kalau sesuatu yang sederhana bisa tetap indah dan dapat dinikmati di runway, juga bagian dari mimpinya soal Eropa.

"Koleksi spesial Muffest+ 2023 ini mengambil konsep Eropa karena saya pribadi begitu cinta dengan benua itu. Tapi, yang saya lirik suasana pedesaan bukan kemegahan benua itu," tambahnya.

Itu juga alasan kenapa Idah lewat Afas Hijab begitu bersemangat tampil di ajang tersebut. Terlebih, ini kali pertama baginya mengikuti Muffest+ 2023.
"Benar, ini pertama kali jenama Afas Hijab terlibat di Muffest+ 2023 dan semoga lewat koleksi 'Ordinary' orang-orang bisa menghargai kesederhanaan, bukan malah memandang rendah sesuatu yang sederhana," ungkapnya.
(Helmi Ade Saputra)