Ketika Covid-19 merajalela di seluruh dunia, banyak negara memberlakukan pembatasan ketat untuk memutus mata rantai penularan virus.
Anak-anak dijauhkan dari sekolah atau penitipan anak selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Sekarang anak-anak bermain bersama lagi, dan dokter menemukan lonjakan periodik pada penyakit lain, termasuk RSV, flu dan penyakit yang disebabkan oleh Streptococcus Grup A, bakteri yang juga dikenal sebagai strep A.
Enam belas anak meninggal di Inggris sejak September akibat infeksi strep A.
Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), selama 2017-2018 yang merupakan musim tertinggi terakhir untuk strep A di negara itu, tercatat 27 kematian di bawah usia 18 tahun.
Mereka pun mengingatkan bahwa musim 2022-2023 belum berakhir.
Ahli epidemiologi terus menyelidiki apakah pembatasan sosial akibat Covid-19 meningkatkan kemungkinan lonjakan penyakit lain, mengingat infeksi pernapasan kurang lebih terhenti selama sekitar tahun pertama pandemi.
Ada juga kemungkinan bahwa tertular Covid-19 telah meningkatkan kerentanan anak-anak terhadap penyakit lain dengan merusak sistem kekebalan mereka. Dokter mengatakan kemungkinannya kecil, karena tidak ada bukti untuk efek seperti itu.
Tetap memperbarui vaksinasi adalah salah satu cara untuk membatasi penyebaran penyakit menular seperti flu, serta Covid-19
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.