DATA Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan, prevalensi gangguan pendengaran pada penduduk usia 5 tahun ke atas di Indonesia mencapai 2,6 persen.
Dengan kata lain, 2-3 dari perbandingan 100 orang di Indonesia yang berusia di atas 5 tahun mengalami gangguan pendengaran. Diungkap Dr. Eva Susanti, Direktur P2PTM Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan per tahun diperkirakan lebih dari 5000 bayi lahir dengan keadaan tuli.
"Setiap tahunnya diperkirakan ada 5.200 bayi lahir tuli di Indonesia, yang berisiko alami hambatan dalam proses belajar-mengajar dan kemampuan bicara," kata Dr. Eva dalam webinar Hari Pendengaran Sedunia 2023 yang diselenggarakan Kemenkes, baru-baru ini.
Situasi ini semakin buruk, karena seperti disebut dr. Damayanti Soetjipto, Sp.THT-KL(K), selaku Ketua Komite Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT), sampai sekarang penyediaan alat implan Koklea untuk alat bantu dengar untuk bayi baru lahir dengan tuli berat, nyatanya belum difasilitasi pemerintah.
