Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Stasiun Cikajang, Tertinggi di Asia Tenggara yang Kini Tinggal Kenangan

Melati Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 23 Februari 2023 |11:02 WIB
Sejarah Stasiun Cikajang, Tertinggi di Asia Tenggara yang Kini Tinggal Kenangan
Stasiun Cikajang tinggal kenangan (Foto: mooibandoeng)
A
A
A

SEJARAH Stasiun Cikajang menarik untuk dibahas. Meskipun sudah lama tak lagi beroperasi, tapi Stasiun Cikajang tercatat sebagai stasiun tertinggi kereta api yang pernah ada di Indonesia

Bahkan bukan hanya Indonesia, dengan tinggi mencapai 1.246 meter di atas permukaan laut (mdpl), Stasiun Cikajang menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Stasiun Cikajang sendiri mulai dibuka pada 1 Agustus 1930 silam. Guru Besar Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Kunto Sofianto menjelaskan, pembangunan jalur KA Cibatu, Garut, dan juga CIkajang ini adalah bagian dari rencana pembangunan KA jalur Cilacap serta Priangan.

Konstruksi jalur Garut ke Cikajang mulai dilaksanakan pada tahun 1914. Menurut Prof. Kunto, daerah yang dilalui KA tersebut sangat menguntungkan lantaran mampu menghidupkan ekonomi sekitar.

BACA JUGA:Mengulik Sejarah Stasiun Jatinegara, Dulu Bernama Rawa Bangke Kini Jadi Cagar Budaya
Stasiun Cikajang
(Foto: komunitasaleut.com)

Tak hanya itu, jalur KA Garut - Cikajang juga dipergunakan untuk mengangkut hasil perkebunan dan menghidupkan sektor pariwisata.

Biaya yang dihabiskan untuk membangun jalur KA Garut - Cikajang ini tak main-main. Diperkirakan telah menelan biaya sebesar 4.000.000 gulden.

Disuntik mati tahun 1982

Mengutip laman kereta.id, Stasiun Cikajang bertahan kurang lebih selama 52 tahun, sebelum akhirnya resmi berhenti beroperasi. Tepatnya sejak tahun 1982, stasiun ini sudah ditutup.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement