Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seberapa Cepat Gejala Demensia Frontotemporal Bisa Muncul?

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2023 |08:00 WIB
Seberapa Cepat Gejala Demensia Frontotemporal Bisa Muncul?
waktu gejala demensia muncul, (Foto: Freepik)
A
A
A

DEMENSIA frontotemporal (FTD) tiba-tiba ramai disebut-sebut belakangan ini, seiring dengan kondisi kesehatan terbaru aktor kawakan Hollywood, Bruce Willis.

Ya, aktor papan atas dan senior Hollywood tersebut, diungkap oleh pihak keluarga telah didiagnosa oleh dokter mengidap demensia frontotemporal (FTD), yang adalah bentuk langka dari demensia.

“Tipe ini bukan diagnosis yang biasa, tapi salah satu bentuk demensia yang langka, “ ujar Cathy Barrick, CEO the Alzheimer Society of Ontario, 

Hadir sebagai bentuk atau form yang langka, seberapa cepat gejala dari demensia yang menyerang bagian lobus frontal temporal dari otak ini bisa muncul?

Patut diketahui, demensia tidak semuanya sama. Termasuk untuk kemunculan gejala, dikatakan Cathy Barrick, beberapa jenis demensia bisa berkembang lebih lambat dari yang lain dan gejalanya bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lainnya.

“Perkembangan penyakit ini bisa berkisar antara 2 hingga 20 tahun, jadi ada banyak variasi dalam bagaimana orang-orang mengalaminya,” jelas Dr. Joshua Armsrong, ilmuwan peneliti di Alzheimer Society of Canada, dikutip dari  Global News, Selasa (21/2/2023). 

Disebutkan lebih lanjut dalam laman resmi Alzheimer Society of Canada, saat mengalami perubahan perilaku, pengidap demensia frontotemporal bisa kemungkinan memperlihatkan tidak lagi mau atau berminat soal kebersihan diri sendiri seiring berjalannya waktu, lalu mudah teralihkan pikirannya (terdistraksi), atau tak sabar menunggu untuk ke toilet.

Selain itu gejala yang bisa timbul juga berupa, si pengidap jadi kesulitan menemukan kosakata atau kalimat yang tepat saat berbicara, terbata-bata, atau kerap mengulangi apa yang sudah ia katakan kepada orang lain.

Terkait diagnosis, Dr. Joshua menambahkan, sebetulnya mendiagnosis FTD itu tidaklah mudah. Sebab, kondisinya bisa mirip dengan kondisi gangguan kesehatan lainnya, contohnya depresi atau stroke, dan masih belum banyak informasi tentang demensia frontotemporal ini sendiri,

"Sulit untuk mendiagnosisnya, dan untuk mengidentifikasi pasien serta melihat data kesehatan mereka dari waktu ke waktu untuk memahami apa yang mungkin meningkatkan risiko mengembangkannya (juga sulit)," jelas Dr. Joshua

Mengingat ini adalah tipe sakit langka, maka orang dengan FTD agak jarang dan sulit ditemukan untuk diamati dan dipelajari lebih lanjut. 

 BACA JUGA:Waspadalah, Demensia Bisa Juga Menyerang Orang Berusia Lebih Muda!

BACA JUGA:Apa Benar Menjaga Gigi dan Gusi Sehat Bisa Cegah Demensia?

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement