Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan Pariwisata Indonesia Dibahas dalam ATF 2023, Desa Wisata Jadi Program Unggulan

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2023 |10:13 WIB
Pemulihan Pariwisata Indonesia Dibahas dalam ATF 2023, Desa Wisata Jadi Program Unggulan
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Wisnu Sundhutrisno (Foto: MPI/Novie Fauziah)
A
A
A

DIREKTUR Pemasaran Wilayah Asia Pasifik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), R. Wisnu Sindhutrisno memaparkan sejumlah upaya dan kebijakan yang dilakukan dalam mengakselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi di Indonesia.

Menurut dia, sektor pariwisata Indonesia berangsur pulih seiring dengan program vaksinasi yang terus digalakkan. Pelaku usaha parekraf juga kembali mendapat kepercayaan wisatawan berkat program sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE).

Selain itu, tambah dia, produk ekraf dalam negeri memperlihatkan hasil positif melalui #BeliKreatifLokal yang merupakan program turunan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Guna mendorong penyelenggaraan event daerah semakin masif dan berkualitas, Kemenparekraf menggulirkan program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang merangkum 110 event unggulan se-Indonesia.

Infografis Destinasi Wisata Super Prioritas

"Pengembangan desa wisata juga salah satu yang menjadi unggulan untuk strategi pemulihan pariwisata kita, karena ini berdampak langsung kepada komunitas di daerah di desa-desa. Ini yang terus dikedepankan," ujarnya dalam rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang diawali dengan The 57th ASEAN NTO’s Meeting di Yogyakarta Marriot Hotel, Kamis  kemarin.

Kemudian Wisnu menyebut, upaya untuk menjaga eksistensi dan mempromosikan pariwisata Indonesia di mata global juga dilakukan Kemenparekraf melalui _exhibition_, _famtrip_, hingga _sales mission_. Didukung dengan sejumlah kampanye seperti #DiIndonesiaAja, #WonderfulJourney, #ItstimeforBali, dan destinasi lainnya.

Pembangunan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Likupang, Labuan Bajo, dan Mandalika yang lebih berkualitas, berkelanjutan, serta berbasis digital juga terus dilakukan. Keberadaan lima DPSP ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian tanah air dan membuka lapangan pekerjaan baru.

"Pemulihan pariwisata memang tidak instan, it takes a long time, tapi bagaimana kita terus melakukan berbagai berbagai upaya, step by step-nya," kata Wisnu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement