Meski punya peran penting membantu pencegahan stunting, Dr. Marudut mengingatkan para orang tua bahwasanya asupan penting yang harus dikonsumsi bukan hanya susu.
“Perlu memang konsumsi susu, tapi bukan satu-satunya. Susu ada di situ bagian kecilnya, jadi jangan salah kaprah susu bagian dari asupan kita tapi bukan segalanya. Artinya zat besi susu bagus sebagai protein tambahan ya," jelas dr. Marudut lagi.
Selain dari susu, sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, asupan protein bisa juga didapat dari sumber lain seperti telur, ikan dan daging, dan sebagainya yang berasal dari hewan.
Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kemenkes RI, Ni Made Diah mengatakan pangan hewani memiliki kandungan zat gizi lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak, yang terbukti dari studi Headey et.al tahun 2018 bisa menurunkan risiko stunting.
"Studi menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6 sampai 23 bulan, seperti susu/produk olahannya, daging atau ikan dan telur,” jelas Diah.
“Penelitian itu juga memperlihatkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan, daripada konsumsi satu jenis pangan hewani. Protein hewani penting dalam penurunan stunting,” tutup Diah, dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes.
BACA JUGA:5 Manfaat Mengonsumsi Produk Susu bagi Kesehatan, Tak Cuma untuk Tulang Lho!
BACA JUGA:Hobi Makan Pakai Kecap, Ini 4 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.