MENCARI tahu apa itu penyakit OCD sangat penting. Sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang sehingga mengidap Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Obsessive Compulsive Disorder atau OCD merupakan suatu gangguan mental. Pengidap OCD cenderung menampakan obsesi yang tidak diinginkan akan sesuatu hal (obsesi). Obsesi tersebut mengarahkan mereka untuk melakukan sesuatu secara berulang (kompulsif).

Sebelum mengetahui cara mengobati penyakit OCD, baiknya ketahui gejala dan penyebab OCD. Dilansir dari Mayo Clinic gejala OCD terbagi atas gejala obsesi dan gejala paksaan.
-Gejala OCD Perilaku Obsesi
Obsesi OCD adalah pikiran, desakan atau gambaran yang berulang yang menyebabkan kecemasan atau stress. Berikut adalah gejala OCD karena obsesi:
Membutuhkan suatu keteraturan atau simetris
Takut akan terkontaminasi atau kotor ketika menyentuh sesuatu
Pikiran agresif atau menakutkan tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri atau orang lain
-Gejala OCD Perilaku Kompulsif
Kompulsif OCD adalah perilaku melakukan tindakan secara berulang. Berikut adalah gejala OCD perilaku kompulsif:
Mencuci tangan sampai kulit menjadi mentah
Mengulang doa, kata atau kalimat
Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan pintu terkunci
Menghitung dalam pola tertentu
-Penyebab OCD
Beberapa faktor berikut berkontribusi menjadi penyebab OCD:
Genetika: Memiliki kerabat atau keluarga dengan OCD, maka resiko mengalami OCD semakin besar.
Sindrome PANDAS: Pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders associated with streptococcal infections (PANDAS) merupakan infeksi yang memicu OCD.
Perubahan otak: Penderita OCD memiliki perbedaan pada korteks frontal dan struktur subkortikal.
Trauma: Trauma masa kecil seperti pelecehan dan pengasingan menjadi penyebab OCD
-Cara Mengobati OCD
Perawatan apa itu penyakit OCD melibatkan psikoterapi OCD sebagai langkah pengobatan. Psikoterapi OCD bertujuan untuk membantu penderita mengidentifikasi emosi, pikiran, dan perilaku tidak sehat. Beberapa jenis psikoterapi OCD paling umum meliputi terapi perilaku kognitif (CBT), pencegahan response (ERP), dan terapi komintmen (ACT).
Obat seperti Inhibitor reuptake serotonin (SRI), inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), dan antidepresan trisiklik dapat membantu mengobati OCD. Adapun obat yang telah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) seperti Fluoksetin, Fluvoksamin, Paroksetin, dan Sertraline.
(RIN)
(Rani Hardjanti)