Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Klaten 25 Tahun Kabur Gara-Gara Takut Disunat, Kenali Yuk Manfaatnya

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2023 |10:53 WIB
Pria Klaten 25 Tahun Kabur Gara-Gara Takut Disunat, Kenali Yuk Manfaatnya
Pria klaten kabur (Foto: Inews)
A
A
A

KISAH menggemparkan, seorang pria di Klaten, Jawa Tengah, yang diketahui hilang dan kabur dari rumahnya sejak 25 tahun. Namun akhirnya takdir mempertemukan ia dengan keluarganya di pasar di Bantul Yogyakarta.

Pertemuan pria bernama Agus Ahmadi dengan keluarganya di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, berlangsung haru.

Agus Ahmadi diketahui hilang sejak kelas 1 SD karena takut disunat. Ia akhirnya bertemu kembali dengan ibunya Amini (67) dan keluarganya.

 kabur

Bahkan saat bertemu kembali dengan anaknya yang hilang sejak 1998 itu, Amini sempat jatuh pingsan.

Selama ini diketahui Agus Ahmadi yang kini berusia 38 tahun hilang atau kabur dari rumah saat akan disunatkan. Keluarga pun berusaha mencari keberadaan Agus dengan berbagai cara. Namun gagal semua upaya itu.

Belakangan Agus diketahui tinggal dan berada di Pasar Kepek, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Di tempat tersebut, Agus tinggal dan dirawat para pedagang pasar.

Ia menjelaskan, pihak relawan kemudian mendatangi Agus dan sempat merawatnya. Relawan kemudian menanyakan alamat serta orangtua dari Agus.

Lalu apa sih manfaat sunat?

Dokter Taufik menjelaskan pentingnya sunat menjadi beberapa bagian, yaitu indikasi sosial, medis, dan keagamaan.

Dalam sisi medis, sunat adalah tindakan membuang kulit bagian depan pada penis( preputium) WHO menyebutkan bahwa sirkumsisi dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual, karena kebersihan akan terjaga.

Jika tidak dilakukan sunat dapat terjadi smegma yaitu penumpukan kotoran yang terselip diantara kulit dan glands penis, dan ini potensial terjadinya infeksi, bahkan sunat bisa mencegah kanker penis.

Kemudian untuk indikasi sosial banyak sekali di beberapa belahan dunia seperti suku aborigin dan juga mesir kuno dilakukan tindakan sirkumsisi walaupun peradabannya sudah lama dan tekniknyapun mungkin berbeda dengan sekarang.

Untuk indikasi agama ada yg mewajibkan sunat ini misalnya di Islam, tetapi sekarang pun sudah banyak non Islam pun melakukan sunnat ini, karena kebutuhan kesehatan.

 BACA JUGA:Benarkkah Sunat Bisa Cegah Penularan HIV/AIDS?

"Pada keadaan fimosis , yaitu lubang kulup pada saluran kencing yang menyempit sehingga anak kesulitan pada saat melakukan buang air kecil. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih bahkan akan menyebabkan kondisi anak menjadi demam yang berulang. Untuk itu harus dilakukan sunat atau sirkumsisi sedini mungkin," kata Dokter Taufik.

Teknik dalam sirkumsisi ini memang direkomendasikan adalah secara konvensional, yaitu dengan cara membuang kulit preputium atau kulit di ujung penis dengan cara menggunting atau membuang kulit kulup dan akan diukur panjang atau pendeknya, karena tidak boleh terlalu panjang ataupun terlalu pendek. Kemudian akan digunting secara melingkar baik ke kanan maupun ke kiri.

Kemudian teknik dengan cara bius total atau narkose umum. tindakan ini biasanya lebih nyaman bagi anak-anak , tidak merasa trauma ketakutan. Tindakan ini juga lebih direkomendasikan pada anak yang tidak kooperatif atau ketakutan.

Selain diwajibkan dari sisi syariat agama Islam, ternyata dari sisi medis banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang menjalani proses sunat, yaitu mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis dll

Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri dan perlengketan dan menyempit kulup penis yang disebut fimosis.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement