Ia juga meyakini bahwa kebijakan imigrasi baru tersebut akan mendorong peningkatan transaksi perdagangan Indonesia-Kazakhstan ke angka signifikan senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,1 triliun), termasuk investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, tulisnya.
"Insya Allah kerja sama antara Astana Ibu Kota Kazakhstan dan Nusantara Ibu Kota Indonesia segera ditandatangani pada 2023, maka beragam kerja sama akan saling menguntungkan kedua negara", ujar dia.
Dirinya juga menginformasikan bahwa Kazakhstan berhasil mengatasi pandemi Covid-19 secara signifikan.

"Kazakhstan juga sudah memberikan kebijakan Bebas Visa kepada Indonesia selama satu bulan. Kebijakan Indonesia memberikan Visa Kunjungan Saat Kedatangan biasa dan elektronik ini merupakan bukti saling percaya dan keinginan bekerja sama dalam tingkatan lebih tinggi dan lebih baik antara kedua negara," kata Dubes Fadjroel.
Ia menegaskan optimisme sekaligus menekankan bahwa KBRI Astana kini didesain menjadi KBRI Pelayanan atau The Serving Embassy,
"Tugas utama KBRI Astana adalah melayani, melayani dan melayani," tutupnya.
(Rizka Diputra)