JELANG Imlek 2023, beberapa pusat perbelanjaan sudah menampilkan atraksi Barongsai sebagai hiburan. Salah satunya terlihat di Central Park Jakarta.
Di sana, semarak perayaan Tahun Baru Imlek 2023 sudah terasa mulai dari adanya dekorasi bernuansa old shanghai hingga atraksi Barongsai yang dinanti-nantikan pengunjung.
Terlepas dari itu, apakah Anda tahu bahwa kata Barongsai ternyata ada kaitannya dengan akulturasi bangsa Indonesia?

Menurut laporan ilmiah Atlantis Press, kata Barongsai berasal dari dua bahasa yaitu 'Barong' yang diambil dari bahasa Jawa (artinya singa) dan 'Say' dari bahasa Hokkian (artinya singa).
Dalam bahasa aslinya (Hokkian), Barongsai sering disebut 'Samsie' atau 'Samsu' yang mana itu merupakan kesenian yang menunjukkan keindahan, keanggunan, dan martabat binatang singa.
Istilah Barongsai sendiri dipopulerkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid saat mengeluarkan Keppres Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Keppres 14 Tahun 19467 tentang segala bentuk diskriminasi atau larangan bagi orang Tionghoa berekspresi dengan segala adat istiadat, kepercayaan, dan budayanya.
Benarkah Barongsai adalah siluman singa dari surga?
Dalam cerita Tiongkok kuno, singa yang menjadi lambang Barongsai bukan hewan singa pada umumnya, melainkan singa para Dewa yang dipercaya kehadirannya di Bumi akan membawa kedamaian dan keberkahan bagi umat manusia.