KISAH tragis dari mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nur Riska Fitri Aningsih sempat ramai beberapa waktu belakangan ini.
Terkuak di sosial media, kisah kesulitan gadis muda satu ini untuk membayar uang kuliahnya. Riska yang datang dari keluarga tak mampu, diketahui kesulitan untuk membayar uang semesteran.
Singkat cerita, dari keterangan salah satu teman sekampusnya, Rachmad Ganta Semendawai, Riska mengajukan cuti dan diketahui tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit. Setelah sempat dirawat, Riska menghembuskan napas terakhirnya pada 9 Maret 2022, usai didiagnosa sakit hipertensi parah yang ia idap.
Secara medis, hipertensi atau tekanan darah tinggi memang bisa menyerang dan membahayakan kesehatan orang-orang yang relatif masih berusia dewasa muda. Saat ini faktanya memang hipertensi bukan lagi penyakit khas orang tua, mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), saat ini memang terlalu banyak anak-anak dan remaja dnegan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan faktor risiko lain untuk penyakit jantung dan stroke.
Menggunakan Pedoman Praktik Klinis American Academy of Pediatrics (AAP) 2017 yang diperbarui, studi CDC menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 25 remaja berusia 12 hingga 19 tahun mengidap hipertensi, dan 1 dari 10 mengalami peningkatan tekanan darah atau dulunya disebut "prehipertensi".
Umumnya, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada remaja dengan obesitas. Senada dengan Laporan Statistik Kesehatan Nasional yang diterbitkan pada Juni 2021, disebutkan hampur seperempat dari orang kelompok usia muda, berumur antara 18 dan 39 tahun menderita hipertensi,