BARU-baru ini marak diberitakan ratusan remaja di Ponorogo, Jawa Timur banyak mengajukan dispensasi pernikahan dini ke Pengadilan Agama setempat.
Diketahui, salah satu alasan utamanya karena terlanjur mengandung dan bahkan beberapa di antaranya sudah melahirkan.
Ditilik dari segi kesehatan, hamil di usia sangat muda, di usia masih remaja berisiko bagi kesehatan bayi dan sang ibu. Bayi yang lahir dari ibu masih berusia remaja diketahui berpeluang lahir secara prematur dan berat badan lahir yang rendah.
Sementara untuk kesehatan sang ibu, hamil di usia remaja hadir dengan risiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi terkait kehamilan (preeklampsia) berikut dengan komplikasinya, jika dibandingkan ibu yang secara usia rata-rata sudah lebih siap dan preeklampsia pada akhirnya bisa membahayakan ginjal atau bahkan berakibat fatal bagi sang ibu atau bayinya.
Namun dalam kondisi seperti ini apakah benar-benar tak ada harapan sehat untuk keduanya? Bisakah ibu remaja melahirkan bayi yang sehat? Jawabannya, wanita yang hamil saat remaja alias ibu remaja tetap bisa memiliki bayi yang sehat.
Kuncinya adalah, pastikan langsung berkonsultasi ke dokter segera setelah mengetahui dirinya hamil, dan hadiri semua janji temu dengan dokter sebagimana yang dijadwalkan, dikutip dari Healthline, Minggu (15/1/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Holly Ernst, PA-C, Elea Carey dan Jill Seladi-Schulman, Ph.D.
Tidak hanya segera periksa ke dokter, tapi perawatan yang tepat selama kehamilan juga sangat berperasn penting untuk kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayinya. Makan dengan baik, olahraga, dan bahkan curhat pada teman dan anggota keluarga yang mendukung.
Didukung pula dengan menjalankan pola hidup sehat, misalnya dengan tak merokok atau menghindari paparan asap rokok selama masa kehamilan. Merokok selama kehamilan telah terbukti menurunkan bsia berat badan lahir dan menyebabkan bayi jadai lahir prematur.
Begitu juga dengan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang serta alcohol, semua ini bisa sangat berefek merusak kesehatan menyeluruh ibu dan anaknya yang belum lahir.
Terakhir, hindari untuk minum obat sembarangan dan pastikan hanya minum obat yang diresepkan oleh dokter yang merawat dan memantau kehamilan. Pastikan pula, dokter tersebut mengetahui tentang obat-obatan yang dijual bebas (OTC) yang dikonsumsi sehari-hari selama ini.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.