Tak hanya itu, butuh kerjasama pemerintah setempat untuk turut proaktif dalam mewujudkan itu semua. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pemerintah dalam percepatan penurunan stunting menurut Pejabat (Pj) Walikota Lhokseumawe Imran. Antara lain sebagai berikut.
1. Mengubah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi dan mengolah makanan sehingga makanan tersebut mengandung gizi yang cukup untuk anak-anak.
2. Mengubah budaya dan kebiasaan yang justru bisa menyebabkan terjadinya stunting.,
3. Mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, tingkat prevalensi stunting di Kota Lhokseumawe berada pada angka 27,4 persen. Dari 23 kabupaten dan kota, Lhokseumawe memiliki prevalensi stunting terendah ketujuh di Aceh yang memiliki prevalensi stunting rata-rata 33,2 persen.
Untuk itu penting adanya upaya agar jumlah angka stunting tidak semakin buruk di daerah tersebut.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.