MASALAH kesehatan mental erat kaitannya dengan orangtua remaja, khususnya pada pihak perempuan. Ibu remaja dikatakan rentan depresi hingga bunuh diri.
Ini perlu menjadi catatan bagi pemerintah pusat maupun pemda Blitar, Jawa Timur, yang mana dilaporkan bahwa ada ratusan remaja hamil duluan di wilayah tersebut.

Karena hamil duluan, Pengadilan Agama Blitar harus mengeluarkan dispensasi pernikahan di bawah umur untuk para remaja tersebut. Pertimbangan utamanya adalah demi kebaikan si ibu remaja dan janin yang dikandungnya.
So, apa kaitannya hamil duluan di usia remaja dengan depresi dan keinginan bunuh diri?
Satu studi diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, mempelajari lebih dari 6.000 wanita Kanada, mulai dari remaja hingga dewasa, menunjukkan bahwa anak perempuan berusia 15 hingga 19 tahun yang hamil dan melahirkan mengalami depresi pascapersalinan serius dibandingkan wanita 25 tahun ke atas.
Penelitian lain membuktikan bahwa ibu remaja menghadapi tingkat stres yang signifikan hingga membuat mereka sangat rentan alami masalah kesehatan mental lanjutan.
"Ibu remaja juga memiliki tingkat keinginan bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan mereka yang bukan seorang ibu," terang laporan Healthline, Selasa (3/1/2023).
Lebih lanjut, ibu remaja dikatakan juga lebih mungkin mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) daripada wanita remaja lainnya. Ini mungkin karena ibu remaja lebih mungkin mengalami kekerasan mental atau fisik.
Kekerasan itu bisa berupa ibu remaja sulit tidur malam karena tidak bisa menangani bayi yang mungkin menangis sepanjang malam, mendapat tekanan dari banyak pihak di sekitarnya, pun keinginan untuk melanjutkan pendidikan namun terhalang tugas membesarkan anak.
Karena begitu banyak masalah yang dihadapi, tidak heran kasus baby blues pada ibu remaja sangat tinggi. Gejalanya bisa dikenali yaitu perubahan suasana hati yang tidak menentu pada si ibu remaja, kecemasan tiada henti, kesedihan, kewalahan, sulit berkonsentrasi, hingga sulit makan dan sulit tidur.
Masalah lain yang mungkin dialami ibu remaja adalah depresi. Ya, menjadi ibu remaja merupakan faktor risiko depresi. Jika ibu melahirkan sebelum 37 minggu atau mengalami komplikasi, risiko depresi dapat meningkat.
Depresi pascapersalinan sangat mungkin dialami ibu remaja. Gejalanya seperti:
1. Kesulitan menjalin ikatan dengan bayinya
2. Kelelahan luar biasa
3. Merasa tidak berharga
4. Kecemasan
5. Serangan panik
6. Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya
7. Kesulitan menikmati aktivitas yang menjadi kesukaan sebelumnya
"Jika mengalami masalah tersebut, jangan ragu cari bantuan profesional. Penting untuk diingat bahwa masalah ini sejatinya banyak dialami wanita yang melahirkan, jadi Anda tidak sendirian," ungkap laporan tersebut.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.