KOTA Dumai di Riau menyimpan cerita rakyat yang masyhur Legenda Putri Tujuh. Asal usul nama Dumai disebut-sebut berasal dari kisah legenda itu.
Dumai memiliki 7 kecamatan dan 36 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 1.623,38 kilometer persegegi dan jumlah penduduk 280.174 jiwa berdasarkan sensus 2017 dengan sebaran 172 jiwa per kilometer per segi.
Dalam Legenda Putri Tujuh dikisahkan bahwa wilayah Dumai dulu merupakan pusat Kerajaan Seri Bunga Tanjung yang dipimpin oleh Ratu Cik Sima.
BACA JUGA:Asyik, Pelabuhan Internasional Dumai Menuju Malaka Dibuka 5 Mei
Cik Sima memiliki tujuh putri yang sangat cantik dan anggun. Tapi, di antara enam saudaranya, paling cantik adalah Putri Mayang Sari yang merupakan anak bungsu Cik Sima.
Suatu ketika, ketujuh putri dari Cik Sima mandi di Sungai Lubuk Sarong Umai. Tiba-tiba Pangeran Empang Kuala tak sengaja melintas di sekitar itu bersama pengawalnya.
Mereka kemudian memperhatikan putri-putri cantik itu mandi. Sang pangeran pun sangat menyukai kecantikan gadis-gadis tersebut. Dia pun bergumam "Gadis cantik di lubuk Umai, cantik di Umai, d'umai."
Konon menurut cerita nama Dumai berasal dari ucapan sang pangeran tersebut, di Umai.
BACA JUGA:Termasuk Bali, Ini Daftar Destinasi Paling Romantis di Dunia untuk Nikmati Tahun Baru 2023
Dumai pada 1930-an merupakan dusun kecil yang hanya dihuni beberapa nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha atau pekerja paksa dari Jawa.
Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Dumai mengalami beberapa kali peningkatan status. Semasa bergabung dengan Bengkalis, Dumai berstatus sebagai Kota Administratif, yang kemudian ditingkatkan menjadi Kota Madya.