KAMPUNG Lele merupakan sebutan lain untuk Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebutan ini disematkan karena hampir semua masyarakat desa ini membudidaya ikan lele.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengunjungi kampung tersebut untuk melihat keberhasilan warganya dalam budidaya lele. Bahkan turut memberi penghargaan.
Ihwal budidaya lele mulanya dipelopori tiga petani desa setempat; Sriyono, Sugiardi, dan Darsino pada tahun 1990. Ketiganya memulai budidaya lele di pekarangan rumah sebagai usaha samping selain bercocok tanam padi dan palawija.
Ketiga petani itu tetap semangat memelihara lele meski banyak masyarakat pesimis akan berhasil. Tapi, ikhtiar tak tak mengkhianati hasil. Usaha budidaya lele mereka makin berkembang dan lebih menguntungkan ketimbang menanam padi.
Keberhasilan ketiga petani tersebut membuat orang-orang mulai tertarik memelihara lele. Akhirnya budidaya lele menjadi salah satu mata pencaharian utama warga Tegalrejo.
Pada 1993, karena sudah banyak warga yang budidaya lele, akhirnya mereka membentuk kelompok usaha.
“Awalnya ini dari petani padi, terus satu per satu bikin kolam, dan yang pertama buka itu saya. Lalu ada yang mengembangkan karena hasilnya lumayan. Awalnya hanya mencoba, dibuat kolam untuk pagar agar padi tidak dimakan ayam, tapi ketika dilihat hasilnya lebih banyak dan terjamin dari budidaya ikan lele, terus akhirnya ada lagi yang mengembangkan,” kata Sriyono, Ketua Kelompok Bangun Mina Sejahtera seperti dikutip dari video di saluran YouTube Jagat Renjana, Senin (2/1/2023).
“Kini sudah hampir tak ada petani padi (di Tegalrejo) karena semua telah beralih menjadi petani lele. ”
Tegalrejo bisa menghasilkan lele sekitar 5 hingga 10 ton per harinya dalam satu kali panen.